Gerebek Rumah di Cirebon, BPOM Sita 1.000 Kardus Berisi Kosmetik dan Dokumen

Fathnur Rohman, Okezone · Selasa 25 Februari 2020 05:55 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 25 525 2173605 gerebek-rumah-di-cirebon-bpom-sita-1-000-kardus-berisi-kosmetik-dan-dokumen-U44cWvrXIy.jpg Petugas menyita kosmetik dan sejumlah dokumen (Foto: Okezone/Fathnur Rohman)

CIREBON - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Jawa Barat menyita 1.000 kardus dari sebuah rumah di Jalan Tuparev, Kota Cirebon, Jawa Barat pada Senin 24 Februari 2020 malam. Rumah tersebut diduga dijadikan tempat penempelan label stiker produk kosmetik tanpa izin.

Staf Penindakan BPOM Jawa Barat, Edward Siahaan memaparkan, 1.000 kardus tersebut merupakan bagian dari 30 item yang disita BPOM Jawa Barat. Puluhan item ini terdiri dari kemasan kosong tanpa label, stiker, label nomor batch, label expire date, produk kosmetik dan sejumlah dokumen penting lainnya.

Menurut Edward, tempat tersebut tidak memiliki izin untuk melakukan kegiatan penempelan stiker label produk, penomoran nomor batch dan expire date atau semacamnya. Sebab, kegiatan tersebut sudah termasuk dalam kategori kegiatan produksi.

Baca Juga: Rumah Diduga Tempat Mengemas Kosmetik Ilegal di Cirebon Digerebek

Selain itu, pihaknya juga menemukan produk kosmetik yang dalam label kemasannya tidak memiliki izin edar. "Tempat ini tidak memiliki izin produksi. Kami juga temukan produk yang dilabelnya tidak ada izin edar. Kurang lebih ada 1.000 kardus kosmetik yang disita" kata Edward kepada Okezone, Selasa (25/2/2020) dini hari.

Pihaknya belum bisa memastikan jumlah nilai dari barang yang berhasil disita. Kemudian, belum bisa menyebutkan nama perusahaan dari tempat yang digerebek itu, karena masih dalam proses penyelidikan dan pemeriksaan.

Barang bukti Foto Fathnur Rohman

Edward menerangkan tempat tersebut sudah melanggar Pasal 196 dan 197 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. "Ini produk kosmetik. Diduga produk kosmetik di sini tidak memiliki izin edar," ujar Edward.

Sementara itu, di tempat yang sama, Digital Marketing dari tempat tersebut, Deri menuturkan, pihaknya hanya melakukan penempelan label untuk botol atau wadah kosong yang datang ke tempatnya. Ia memastikan tempatnya tidak membuat komestik ilegal.

Deri menjelaskan, pihaknya bertindak kooperatif terhadap penggeledahan dan penggerebekan yang dilakukan oleh BPOM Jawa Barat. Deri menilai, dari apa yang disampaikan petugas BPOM Jawa Barat, pihaknya mengakui jika kegiatan penempelan label tersebut tidak diperbolehkan atau tidak memiliki izin.

"Kita kooperatif aja. Sudah dijelaskan kalau kegiatan itu tidak boleh. Kami cuma menempel label dan stiker saja untuk botol kosong. Tapi kata BPOM itu sudah termasuk kegiatan produksi. Jadi, tidak diperbolehkan," katanya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini