Dianggap Gagal Tangani Virus Korona, Muncul Petisi untuk Makzulkan Presiden Korsel

Rahman Asmardika, Okezone · Rabu 26 Februari 2020 21:40 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 26 18 2174685 dianggap-gagal-tangani-virus-korona-muncul-petisi-untuk-makzulkan-presiden-korsel-e3kDd0k7cY.jpg Presiden Korea Selatan Moon Jae-in. (Foto: Reuters)

SEOUL - Sebuah petisi untuk memakzulkan Presiden Moon Jae-in mendapatkan dukungan di Korea Selatan, setelah orang-orang menuduhnya tidak melakukan cukup banyak untuk mengatasi wabah virus korona baru, atau Covid-19, termasuk dengan menjaga perbatasan agar tetap terbuka bagi para pelancong China.

"Menyaksikan Presiden Moon merespons wabah COVID-19 seperti melihat presiden China, bukan presiden Korea," demikian bunyi petisi yang dipublikasikan di situs web administrasi kepresidenan Korea Selatan, demikian diwartakan Russia Today, Rabu (26/2/2020).

BACA JUGA: Kasus Virus Korona di Korsel Bertambah 169, Lebih dari 1.100 Dikonfirmasi

Hingga berita ini diturunkan, petisi itu telah mengumpulkan lebih dari 643.000 suara yang meminta Moon untuk mundur.

Menurut para pembuat petisi, Moon yang menjabat sebagai presiden, mengirim tiga juta masker medis ke China meskipun masker yang sama kurang tersedia di Korea Selatan. Dan sementara pemerintahnya melarang semua kedatangan dari Kota Wuhan, yang terdampak wabah, negara itu tidak menutup perbatasannya untuk pelancong China dari provinsi lain.

"Lebih dari 5 juta orang Cina keluar dari Wuhan sebelum dikunci. Membatasi masuknya hanya orang asing yang mengunjungi Provinsi Hubei sama dengan membuka negara untuk semua orang China," demikian keluhan dalam petisi itu. "Anda tidak bisa menyaksikan itu lagi."

BACA JUGA: Pakar AS Sebut Pandemi Virus Korona Covid-19 Tidak Bisa Dihindari 

Korea Selatan baru-baru ini mencatat jumlah kasus virus korona terbesar di luar China. Dalam sepekan, jumlah pasien yang didiagnosis dengan Covid-19 meroket dari hanya beberapa lusin menjadi hampir 1.000 pada Selasa, 25 Februari 2020, menempatkan staf medis dalam siaga tertinggi.

Salah satu negara paling maju di Asia tampaknya sangat siap menghadapi virus fatal, sehingga lonjakan kasus virus korona datang sebagai berita mengejutkan bagi banyak penduduk setempat. Sejauh ini, lebih dari setengah kasus telah dikaitkan dengan sekte Kristen rahasia yang berbasis di Kota Daegu, sehingga membantu pasien tidak terdeteksi.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini