PM Malaysia yang Baru Muhyiddin Yassin Keturunan Bugis-Jawa

Rachmat Fahzry, Okezone · Sabtu 29 Februari 2020 19:03 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 29 18 2176200 pm-malaysia-yang-baru-muhyiddin-yassin-keturunan-bugis-jawa-BcYx7d2PTU.jpg Muhyiddn Yassin. (Foto/Facebook)

MUHYIDDIN YASSIN terpilih menjadi Perdana Menteri Malaysia ke-8 setelah Raja Malayisa Yang Dipertuan Agong melalui surat resmi yang dikeluarkan Istana Negara, Sabtu (29/2020).

"Setelah mendapat representasi dari semua ketua partai politik serta DPR, yang mendapat suara terbanyak adalah YB Tan Sri Mahiaddin Bin Md Yasin (Muhyoddin)," demikian terungkap dalam dari keterangan yang diterbitkan Istana Negara Malaysia.

Selanjutnya, acara pembacaan sumpah jabatan sendiri akan dilakukan pada Minggu 1 Maret 2020 pukul 10.30 waktu setempat di Istana Negara.

Dalam keterangan tersebut, Raja Malaysia Yang Dipertuan Agong XVI, Al-Sultan Abdullah Ri'ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah Ibni Almarhum Sultan Haji Ahmad Shah Al-Musta'in Billah meminta pelantikan ini tidak boleh digagalkan.

Menurutnya, penunjukan Muhyiddin menjadi perdana menteri ini adalah keputusan terbaik agar kemelut politik yang terjadi di Malaysia segera berakhir.

Muhyiddin menggantikan Mahathir Mohamad yang mengundurkan iri sebagai PM Malaysia pada Senin 24 Februari. Penunjukkan Muhyiddin juga menggagalkan Anwar Ibrahim yang dijanjikan Mahathir untuk menggantikannya pada tahun ini.

Keturunan Bugis-Jawa

Muhyiddin lahir di Muar, Johor, Malaysia. Sejumlah literatur menyebutkan ayahnya, Muhammad Yassin bin Mohammad, adalah keturunan Bugis, sementara ibunya, Hajjah Khadijah Kassim, adalah orang Jawa.

Buku “Berani Tanpa Segan” karya Tan Sri Abdullah Ahmad juga menyebut Muhyiddin Yassin “keturunan Bugis-Jawa.”

Muhyiddin, yang berusia 73 tahun pada tahun ini, memulai karier politiknya dari bawah.

Kuliah di Universitas Malaya setempat dan bekerja di berbagai perusahaan milik negara, Muhyiddin kemudian masuk ke politik pada tahun 1978 sebagai Anggota Parlemen untuk Pagoh di Johor.

Sebagai anggota Partai Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO), Muhyiddin diberi sejumlah jabatan menteri junior.

Dia kemudian bertugas di berbagai tingkat di Johor, hingga menjadi Menteri Besar (Ketua Menteri) dari 1986 hingga 1995.

Jabatan di partai kemudian meningkat hingga ia menjadi Wakil Presiden UMNO.

Pada pemerintahan PM Najib Razak Muhyiddin diangkat sebagai Wakil Perdana Menteri.

Dipecat oleh Najib

Karier panjang Muhyiddin sepertinya berakhir pada 2015, ketika ia dipecat oleh Najib dari jabatannya sebagai Wakil Perdana Menteri.

Pelanggarannya? Ia mengkritik penanganan skandal korupsi 1Malaysia Development Berhad (1MDB) dana kekayaan negara Malaysia, yang belakangan mengaitkan nama Najib Razak.

"Saya mengatakan kepadanya untuk melepaskan jabatannya di 1MDB, tetapi dia tidak ingin mendengarkan ... Saya tidak memiliki niat jahat, keinginan saya adalah untuk membantunya," katanya The Malaysian Insider.

Muhyiddin kemudian dipecat dari UMNO pada 2016 karena sering mengkritik 1MDB.

Membuat Bersatu dengan Mahathir

Muhyiddin kemudian bersama Mahathir Mohamad membuat partai politik baru di panggung politik Malaysia, Partai Pribumi Bersatu Malaysia atau Bersatu.

Muhyiddin menjabat sebagai presiden partai, sedangkan Mahathir sebagai ketua.

Bersatu lalu bergabung dengan Anwar Ibrahim dari PKR, Lim Guan Eng dari DAP, dan Mohamad Sabu dari Amanah untuk membentuk koalisi Pakatan Harapan untuk pemilihan umum Mei 2018.

Koalisi Pakatan Harapan berhasil mengalahkan koalisi Barisan Nasional yang saat itu berkuasa dan di dalamnya ada UMNO.

Sakit kanker

Muhyiddin mendapat jabatan baru sebagai Menteri Dalam Negeri dalam pemerintahan Pakatan Harapan. Ia juga mengunjungi Singapura menjalani perawatan kanker.

Dia dikunjungi di rumah sakit oleh Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong, Wakil Perdana Menteri Teo Chee Hean, dan Menteri Senior Emeritus Goh Chok Tong.

Muhyiddin merespons pengobatan dengan baik, dan pulih sepenuhnya untuk kembali ke Malaysia dan melanjutkan tugasnya.

Ketua Bersatu

Mundurnya Mahathir Mohamad sebagai PM Malaysia pada Senin 24 Februari, membuat koalisi Pakatan Harapan berguncang. Mahathir juga menyatakan mundur dari partainya membuat Muhyiddin menjadi ketua Bersatu.

Setelah rangkainan pertemuan Raja Malaysia dengan anggota parlemen, Muhyiddin yang kariernya dihabiskan untuk melayani tiga Perdana Menteri yang berbeda dalam empat periode yang berbeda, akhirnya mengambil alih kekuasaan sebagai Perdana Menteri Malaysia sendiri.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini