nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dalam 2 Bulan, 168 Kali Gempa Guncang Bengkulu

Demon Fajri, Jurnalis · Sabtu 29 Februari 2020 11:08 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 02 29 340 2176008 dalam-2-bulan-168-kali-gempa-guncang-bengkulu-q8E04Bgoka.jpg ilustrasi

BENGKULU - Petugas Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Stasiun Geofisika Kepahiang Provinsi Bengkulu, menghitung sepanjang Januari 2020 hingga 29 Februari 2020, pukul 10.01 WIB, di wilayah provinsi berjuluk "Bumi Rafflesia" terjadi 168 kali gempa.

Dari ratusan gempa, 9 gempa di antaranya dirasakan masyarakat Bengkulu. Di mana besaran ratusan gempa yang terjadi dalam tempo 2 bulan terakhir dengan Magnitudo (M=) 1,7 hingga M=5,3.

Berdasarkan analisa, PMG Ahli Muda Stasiun Geofisika Kepahiang, Bengkulu, Sabar Ardiansyah, mengatakan gempa di wilayah Bengkulu terjadi sebanyak 168 kali. Rinciannya, pada Januari sebanyak 83 dan Februari sebanyak 85 kali.

Gempa pada Jumat 28 Februari 2020 dengan Magnitudo 5,3, merupakan gempa paling besar yang tercatat pada periode ini. Sebab, getaran gempa dirasakan didelapan daerah di Bengkulu dan Sumatera Selatan.

Seperti, Kabupaten Bengkulu Selatan, Kaur, Seluma, Bengkulu Tengah, Kepahiang, Kabupaten Rejang Lebong dan Kota Bengkulu. Kemudian, Kabupaten Empat Lawang, Provinsi Sumatera Selatan.

"Gempa yang teranalisa di BMKG Kepahiang dalam dua bulan terakhir sebanyak 168 kali. Sumber pembangkit gempa mayoritas disebabkan aktivitas subduksi Lempeng yang ada di barat pantai Bengkulu," kata Sabar, saat dikonfirmasi okezone, Sabtu (29/2/2020).

Ratusan gempa di Bengkulu, berpusat di sejumlah daerah. Mulai dari Kabupaten Kaur, Bengkulu Selatan, Seluma, Bengkulu Utara Kabupaten Mukomuko, dan Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan

Di mana 167 gempa berpusat di laut atau gempa tektonik, dan 1 gempa berpusat di Kabupaten Empat Lawang, pada Jumat 31 Januari 2020 yang merupakan gempa darat, bersumber dari sesar Musi.

"Gempa terjadi karena adanya aktivitas subduksi. Paling banyak Paling sekitar pulau Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara. Ada juga di Bengkulu Selatan dan Mukomuko. Gempa darat hanya terjadi satu kali pada akhir Januari 2020, yang berpusat di Empat Lawang, akibat aktivitas sesar Musi," tuturnya.

Baca Juga : Ada 1 Ibu Hamil yang Ikut Diobservasi di Pulau Sebaru Kecil

Terkait dengan kedalaman gempa, mulai dari 3 kilometer (Km) hingga 223 Km. Ratusan gempa tersebut, kata Sabar, dikategorikan dalam keadaan normal. Artinya, aktivitas Lempeng di Bengkulu, tidak terlalu agresif serta tidak terlalu sepi menyimpan energi.

Sabar mengimbau, kepada masyarakat agar tetap tenang, beraktivitas seperti biasa. Meskipun demikian, selalu siaga. Sebab, gempa tidak dapat diprediksi kapan akan terjadi begitu juga dengan besarannya. "Pelepasan energi gempa dalam keadaan normal-normal saja. Masyarakat kami imbau tetap siaga," pungkas Sabar.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini