Ratusan Orang Dievakuasi Setelah Bom Perang Dunia Ditemukan di Hong Kong

Rahman Asmardika, Okezone · Senin 02 Maret 2020 13:06 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 02 18 2176802 ratusan-orang-dievakuasi-setelah-bom-perang-dunia-ditemukan-di-hong-kong-Fp4XQmogdy.jpg Foto: South China Morning Post.

HONG KONG - Ratusan tamu hotel dan jemaat kuil di Happy Valley, Hong Kong dievakuasi menyusul ditemukannya bom yang diduga dari masa perang.

Berdasarkan keterangan polisi, bom itu ditemukan oleh seorang pekerja pada Sabtu siang, 29 Februari 2020 di sebuah lokasi konstruksi di Kuil Sikh di sepanjang Hau Tak Lane. Seorang sumber polisi mengatakan bom itu panjangnya sekira 1,5 meter, dan bisa memakan waktu berjam-jam untuk menangani.

Pada pukul 2.30 siang waktu setempat, 154 tamu di Emperor Hotel di Queen's Road East dievakuasi.

Seorang perwira polisi senior mengatakan para tamu di dua hotel lain di sepanjang jalan yang sama juga dapat diminta untuk membersihkan daerah tersebut.

Rumah Sakit Tang Siu Kin terdekat menutup gerbangnya sebagai tindakan pencegahan.

Sekira 200 jemaat di kuil tersebut juga dievakuasi pada sore hari, dengan relik religius di sana dipindahkan sementara untuk keselamatan.

Sumber kepolisian mengatakan bagian Queen's Road East dekat Happy Valley akan ditutup setelah jam 5 sore.

"Kami diberitahu oleh polisi sekitar pukul 11.30 pagi bahwa mereka telah menemukan benda-benda peledak di lokasi konstruksi, dan kami diminta untuk mengungsi,” kata relawan kuil, Gurcharan Singh sebagaimana dilansir South China Morning Post, Senin (2/3/2020).

"Ini ketiga kalinya sebuah bom ditemukan di sini, kita sudah terbiasa."

Kebanyakan orang di kuil menghadiri sesi doa pra-nikah. Upacara ditunda hingga sore hari.

Pada Februari 2014, sebuah bom tipe AN-M66 seberat 907kg yang berisi 450kg bahan peledak, ditemukan oleh seorang pekerja selama pekerjaan penggalian di sana, memicu evakuasi lebih dari 2.000 orang dari hotel, kantor, dan flat yang berdekatan.

Bom itu adalah yang terbesar dari jenisnya yang dijatuhkan di Hong Kong oleh pengebom Amerika Serikat (AS) selama pendudukan Jepang atas kota itu dalam Perang Dunia Kedua.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini