Sumbang Dana untuk Kelompok Teroris, WNI Divonis 2 Tahun Penjara di Singapura

Rahman Asmardika, Okezone · Jum'at 06 Maret 2020 15:19 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 06 18 2179213 sumbang-dana-untuk-kelompok-teroris-wni-divonis-2-tahun-penjara-di-singapura-e4wFlhKt0d.jpg Ilustrasi.

SINGAPURA - Seorang pekerja migran Indonesia yang bekerja sebagai pekerja rumah tangga (PRT) di Singapura divonis dua tahun penjara pada Kamis, atas tuduhan memberikan uang kepada kelompok teror yang terkait dengan Negara Islam (IS), yang bertanggung jawab atas serangkaian serangan di Indonesia.

Anindia Afiyantari tahun lalu menyumbangkan USD130 (sekira Rp1,8 juta) untuk yayasan amal yang digunakan sebagai kedok oleh kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang berbasis di Indonesia. Jaksa penuntut di Singapura menyebut JAD sebagai salah satu "organisasi teroris paling berbahaya" di Asia Tenggara.

BACA JUGA: 3 Wanita Indonesia di Singapura Ditahan Atas Kasus Terorisme

Tahun lalu JAD dianggap bertanggung jawab atas serangan teror di Indonesia termasuk penusukan terhadap Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) saat itu, Wiranto, serta pengeboman tiga gereja di Surabaya pada 2018.

"Tindakan terdakwa merencanakan untuk membiayai tindakan teroris... menyerang inti keharmonisan Singapura," demikian kata jaksa penuntut sebagaimana dikutip dari dokumen pengadilan yang dilansir AFP, Jumat (6/3/2020).

Anindia (33), yang berpenghasilan USD600 sebulan, diduga terpengaruh ajaran radikal dari PRT Indonesia lainnya di Singapura.

BACA JUGA: Malaysia Tahan 12 Warga Indonesia yang Pro ISIS

Jaksa penuntut mengatakan, selain menyumbang untuk amal, Anindia juga mengunggah video pengeboman dan pembunuhan oleh kelompok IS di Facebook dan membuat akun baru ketika pos-posnya diblokir.

Bulan lalu pengadilan Singapura telah menjatuhkan hukuman 18 bulan dan 45 bulan terhadap dua PRT Indonesia lainnya. Keduanya mengaku bersalah atas tuduhan membiayai terorisme.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini