nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kota London Cabut Penghargaan Suu Kyi Terkait Perlakuan Terhadap Rohingya

Rahman Asmardika, Jurnalis · Jum'at 06 Maret 2020 17:18 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 03 06 18 2179310 kota-london-cabut-penghargaan-suu-kyi-terkait-perlakuan-terhadap-rohingya-yWgSTkeSeA.jpg Aung San Suu Kyi. (Foto: Reuters)

LONDON - City of London Corporation (CLC) pada Kamis, (5/3/2020) mencabut penghargaan yang diberikan kepada Aung San Suu Kyi terkait perlakuan terhadap minoritas Muslim Rohingya di Myanmar.

Perwakilan terpilih pada badan yang menjalankan pusat bersejarah dan distrik keuangan London tersebut memutuskan untuk mencabut kebebasan yang diberikan kota itu kepada Suu Kyi tiga tahun lalu.

BACA JUGA: Suu Kyi Ingin Kasus Genosida Rohingya Dihapuskan dari Mahkamah Internasional

Keputusan di Inggris itu diambil menyusul penampilan Suu Kyi, sebagai pemimpin sipil Myanmar, di Mahkamah Internasional (ICJ) di Den Haag pada Desember 2019. Pada persidangan itu Suu Kyi secara pribadi membela negaranya terhadap tuduhan pemerkosaan, pembakaran dan pembunuhan massal terhadap korban Rohingya.

"Keputusan hari ini yang belum pernah terjadi sebelumnya mencerminkan kecaman City Corporation atas pelanggaran kemanusiaan yang dilakukan di Myanmar," kata Ketua Komite CLC untuk Urusan Kebebasan dan Kehormatan, David Wootton sebagaimana dilansir Al Jazeera, Jumat (6/3/2020).

"Argumen untuk pencabutan penghargaan telah banyak diperkuat oleh hubungan dekat Aung San Suu Kyi dengan pemerintah Myanmar pada sidang (Den Haag), serta kurangnya tanggapan (terhadap surat-surat komite)," tambahnya.

Suu Kyi awalnya dianugerahi kehormatan itu pada Mei 2017 sebagai pengakuan atas "perjuangan tanpa kekerasan selama bertahun-tahun untuk demokrasi dan dedikasinya yang kuat untuk menciptakan masyarakat di mana orang dapat hidup dalam damai, keamanan dan kebebasan" .

BACA JUGA: Suu Kyi: Kasus Genosida Terhadap Myanmar "Tak Lengkap dan Menyesatkan"

Dia menghadiri upacara penghargaan sendiri selama tur Eropa, tetapi bahkan saat itu dia menghadapi protes terakait penderitaan Rohingya.

Penghargaan itu pertama kali diberikan pada 1237, dan telah dianugerahkan pada tokoh-tokoh terkemuka termasuk pemimpin perang Inggris Winston Churchill, pemimpin anti-apartheid Nelson Mandela, dan ilmuwan Stephen Hawking.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini