"Argumen untuk pencabutan penghargaan telah banyak diperkuat oleh hubungan dekat Aung San Suu Kyi dengan pemerintah Myanmar pada sidang (Den Haag), serta kurangnya tanggapan (terhadap surat-surat komite)," tambahnya.
Suu Kyi awalnya dianugerahi kehormatan itu pada Mei 2017 sebagai pengakuan atas "perjuangan tanpa kekerasan selama bertahun-tahun untuk demokrasi dan dedikasinya yang kuat untuk menciptakan masyarakat di mana orang dapat hidup dalam damai, keamanan dan kebebasan" .
BACA JUGA: Suu Kyi: Kasus Genosida Terhadap Myanmar "Tak Lengkap dan Menyesatkan"
Dia menghadiri upacara penghargaan sendiri selama tur Eropa, tetapi bahkan saat itu dia menghadapi protes terakait penderitaan Rohingya.
Penghargaan itu pertama kali diberikan pada 1237, dan telah dianugerahkan pada tokoh-tokoh terkemuka termasuk pemimpin perang Inggris Winston Churchill, pemimpin anti-apartheid Nelson Mandela, dan ilmuwan Stephen Hawking.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.