Perampok Toko Pakaian Bayi Ambruk Ditembak Polisi

Syaiful Islam, Okezone · Senin 09 Maret 2020 23:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 09 519 2180693 perampok-toko-pakaian-bayi-ambruk-ditembak-polisi-3XDtJwROnl.jpg Foto Ilustrasi shutterstock

SURABAYA - Pelaku perampokan salah satu minimarket penyedia alat dan pakaian baju bayi di Jalan Wijaya Kusuma, Kelurahan Gunung Sekar, Kecamatan/Kota Sampang, Madura, Jawa Timur akhirnya berhasil ditangkap polisi.

Identitas tersangka diketahui bernama Afif (24) warga Jalan Jembatan Baru Nomor 35C, Kelurahan Gladak Anyar, Kecamatan/Kota Pamekasan. Tersangka merupakan residivis tiga perkara pidana hukum.

Kapolres Sampang, AKBP Didit Bambang Wibowo Saputro menyatakan, pelaku adalah residivis. Dimana tersangka pernah mencuri laptop di Pamekesan, merampok toko wilayah hukum Sampang, dan kasus narkoba di Jakarta Timur.

"Tersangka sempat mengelabuhi petugas dengan cara membakar barang bukti senjata api (Senpi) jenis airsoft gun dan berupaya kabur, serta melakukan perlawanan saat ditangkap di rumahnya," terang Didit kepada wartawan, Senin (9/3/2020).

Sehingga polisi terpaksa melakukan tindakan terukur atau melumpuhkan tersangka. Selanjutnya tersangka dibawa ke Mapolres Sampang untuk diperiksa lebih lanjut.

Hasil pemeriksaan, ternyata tersangka memiliki ID pers gadungan 'Hunter News Crime Investigation' untuk menyamarkan identitasnya. Tersangka mendapatkan ID pers itu dengan cara membeli seharga Rp1 juta di wilayah Jakarta. Tersangka juga membeli senpi jenis airsoft gun buatan Australia seharga Rp3 juta.

"Ketika merampok pelaku mengancam korban dengan menodongkan senjata api yang mengarah di bagian dada serta meminta untuk melepaskan cincin. Setelah korban melepas cincin, pelaku mengambil uang yang tersimpan dalam kotak sebesar Rp3 juta lalu kabur," kata Didit.

Dari tangan tersangka, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa Senpi jenis airsoft gun dalam kondisi terbakar, satu unit sepeda motor Vespa warna merah nopol B 5556 TEN, tas hitam merk Polio, dan sarung hitam pelindung kepala yang digunakan merampok.

"Tersangka dijerat Pasal 365 Ayat 1 KUHP, yang ancaman hukumannya paling lama sembilan tahun penjara. Tersangka sudah kami tahan untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut," pungkasnya.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini