nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Curah Hujan Awal Maret di Yogyakarta Masih Tinggi, Waspada Banjir

Agregasi Harian Jogja, · Selasa 10 Maret 2020 20:01 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 03 10 510 2181281 curah-hujan-awal-maret-di-yogyakarta-masih-tinggi-waspada-banjir-H7vtzI1qcp.jpg Ilustrasi. (Foto: Okezone.com)

BANTUL - Badan Meteorologi Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) DIY memprediksi hingga dasarian I Maret atau 10 hari pertama bulan ini, curah hujan masih cukup tinggi.

"Jumlah curah hujan mencapai hingga 200 milimeter per dasarian. Dengan sifat umumnya di atas normal," kata Kepala Kelompok Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Sleman Yogyakarta, Etik setyaningrum, Senin 9 Maret 2020.

Etik mengatakan, dari hasil pantauan dinamika atmosfer dan laut terlihat saat ini aktifitas madden julian oscilation (MJO), yang tengah aktif berada di wilayah Indonesia. Suhu permukaan laut selatan Jawa pun terlihat cukup hangat. Selain itu munculnya beberapa tekanan rendah di belahan bumi selatan mengakibatkan pola angin konvergensi (pertemuan angin ) di sekitar wilayah Jawa.

Di samping itu pembentukan konvektifitas skala lokal juga terlihat cukup aktif. "Berdasarkan kondisi dinamika atmosfer dan laut diatas maka potensi pertumbuhan awan dan hujan kategori sedang-lebat akan masih berpotensi muncul dalam beberapa hari ke depan di wilayah DIY," ujar dia.

Baca juga: Aksi Heroik 2 Polisi Selamatkan 4 Pekerja Leasing dari Amukan Massa

Dengan prediksi hujan di dasarian I Maret yang masih kategori tinggi tersebut, pihaknya mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang, dan jalan licin.

Dalam kondisi curah hujan yang tinggi ini Pemkab Bantul juga sudah menetapkan tanggap darurat hingga 31 April mendatang. Peningkatan siaga darurat ke tanggap darurat ini menyusul potensi ancaman bencana hidrometeorologi akibat cuaca ekatrem ini.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul, Dwi Daryanto berharap dengan status tanggap darurat penanganan bencana lebih cepat tanpa harus menunggu lama, termasuk dalam pemanfaatan anggaran tidak terduga yang dimiliki Pemkab.

"Dengan peningkatan status (dari siaga darurat ke tanggap darurat) itu, harapannya, sarana-sarana vital yang perlu segera penanganan darurat akan didahulukan, sehingga tidak menimbulkan kerusakan yang lebih parah lagi,” kata Dwi.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini