Share

Dampak Gempa Sukabumi, 173 Warga Mengungsi

Tim Okezone, Okezone · Rabu 11 Maret 2020 09:02 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 11 525 2181419 dampak-gempa-sukabumi-173-warga-mengungsi-542MFDCUVW.jpg ilustrasi (Shutterstock)

JAKARTA – Sedikitnya 173 warga Kampung Cipicung, Desa Kebandungan, Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat mengungsi pascagempa magnitudo 5,1 mengguncang wilayah itu, Selasa 10 Maret 2020 sore.

BPBD Sukabumi bergerak cepat melakukan upaya penanganan darurat dengan mendirikan tenda untuk menampung 173 warga Kampung Cipicung.

β€œData sementara BPBD mencatat 3 orang luka ringan. Mereka telah mendapatkan perawata di klinik kesehatan terdekat. Tidak ada korban jiwa pascagempa yang dirasakan kuat sekitar 5 detik di Kabupaten Sukabumi ini,” kata Agus Wibowo, Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB dalam keterangan tertulis, Rabu (11/3/2020).

Warga mengungsi karena rumahnya mengalami kerusakan akibat gempa. Mereka juga khawatir dengan gempa susulan.gempa sukabumi

Rumah rusak akibat gempa di Sukabumi (Istimewa)

Menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pusat gempa yang mengguncang wilayah Sukabumi pada pukul 17.18 WIB tersebut berada pada koordinat 6.81 LS dan 106.66 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 23 kilometer arah Timur Laut Kota Pelabuhan Ratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat pada kedalaman 10 kilometer.

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar lokal. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan mendatar (Strike-Slip Fault).

Hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya satu aktivitas gempa pendahuluan (foreshock) dengan magnitudo 3,2 sekitar sembilan menit sebelum gempa susulan atau sekitar pukul 17.09 WIB. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini