Napi Teroris Pembakar Polres Dharmasraya Dipindahkan ke Lapas Tebo

Azhari Sultan, Okezone · Kamis 12 Maret 2020 17:54 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 12 340 2182375 napi-teroris-pembakar-polres-dharmasraya-dipindahkan-ke-lapas-tebo-PZqu8NcU7U.jpg Ilustrasi Terorisme (Foto: Okezone)

JAMBI -- Masih ingat dengan dua pelaku teroris yang membakar Makopolres Damasraya pada tahun 2017 lalu? Saat itu, mereka berhasil diamankan di Kabupaten Bungo, Jambi.

Salah satunya adalah GR (28) warga Kabupaten Bungo yang divonis hukuman pidana selama 6 tahun penjara pada tahun 2018 silam.

Namun, usai lebih dua tahun menjalani masa penahanan, terpidana yang menjalani hukuman di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas II A Agung Sidur, Bogor dipindahkan ke Lapas Klas IIB Muara Tebo, Kabupaten Tebo, Jambi, Rabu (11/3/2020) kemarin.

Kalapas Tebo, Muhammad Najib saat dihubungi membenarkan adanya pemindahan napi teroris tersebut. "Selama ini terduga teroris di tahan di Lapas Agung Sidur, Bogor," katanya, Kamis (12/3/2020).

Terorisme

Baca Juga: Teroris JAD yang Ditembak Mati di Riau Ternyata Warga Jambi

Dia menambahkan, usai menjalani sidang, GR divonis selama 6 tahun penjara. "Saat ini, dia dimutasi ke Lapas Tebo karena terpidana adalah warga Kabupaten Bungo. Selain itu, terpidana sudah 2 tahun menjalani hukuman. Sedangkan sisa hukumannya tinggal 4 tahun lagi dijalani di Lapas Tebo," tegas Najib.

Dari informasi yang didapat, GR juga akan menjalani program deradikalisasi di Lapas Klas II B Muara Tebo, Kabupaten Tebo, Jambi.

Di samping itu, terpidana juga sudah diperbolehkan untuk dikunjungi pihak keluarganya. Namun demikian, selama pembinaan akan tetap diawasai dan dimonitor pihak kepolisian Polres Tebo.

Sebelumnya, pada tahun 2017 lalu Markas Kepolisian Resor Dharmasraya, Sumatera Barat dibakar sejumlah orang tak dikenal.

Dua orang pelaku tewas ditembak lantaran melawan polisi, sementara dua lagi yang kabur akhirnya berhasil ditangkap di Kabupaten Bungo.

Dari hasil penyelidikan, Polri memastikan empat tersangka kasus pembakaran Mapolres Dharmasraya dan penyerangan terhadap anggota polisi tersebut, merupakan jaringan teroris.

(edi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini