Raja Spanyol Felipe VI Tolak Warisan Ayahnya yang Terlibat Skandal

Rahman Asmardika, Okezone · Senin 16 Maret 2020 12:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 16 18 2183935 raja-spanyol-felipe-vi-tolak-warisan-ayahnya-yang-terlibat-skandal-icZSXK1aJf.jpg Raja Juan Felipe VI (kanan) dan ayahnya Juan Carlos. (Foto: EPA)

MADRID - Raja Spanyol Felipe VI telah menolak warisan ayahnya, Juan Carlos yang tengah tersangkut skandal.

Dalam sebuah pernyataan, istana mengatakan bahwa Juan Carlos, yang turun tahta pada 2014, juga akan berhenti menerima hibah tahunan sebesar €194.000 (sekira Rp3,2 miliar). Ini terjadi ketika mantan raja berusia 82 tahun itu dikritik karena gaya hidupnya yang mewah.

Juan Carlos, yang memerintah selama 39 tahun, juga menghadapi penyelidikan oleh otoritas keuangan Swiss, demikian diwartakan BBC, Senin (16/3/2020).

Langkah itu diumumkan menyusul laporan media bahwa pada 2008 Juan Carlos telah menerima USD100 juta dari Arab Saudi melalui rekening luar negeri.

Hingga laporan ini diturunkan belum ada komentar dari mantan raja mengenai masalah tersebut.

Beberapa analis kerajaan di Spanyol mengatakan bahwa dengan meninggalkan warisan ayahnya, Raja Felipe VI (52), berusaha menjauhkan diri dari urusan ayahnya.

Raja Juan Carlos naik tahta pada 1975 setelah kematian Jenderal Francisco Franco, diktator sayap kanan yang memerintah Spanyol selama 36 tahun menyusul kemenangannya atas pasukan Republik dalam Perang Saudara Spanyol.

Dia menjadi kepala negara Spanyol yang pertama yang dinobatkan dalam 44 tahun.

Tetapi dia segera mengabaikan pendukung Franco, yang menginginkan perpanjangan kekuasaan otokratis, dan mengantarkan pada sistem monarki parlementer yang baru.

Seiring berlalunya waktu, raja semakin sedikit melibatkan dirinya dalam politik sehari-hari, dan menjadi lebih dari sekadar boneka. Dia dianggap sebagai kekuatan penstabil untuk daerah-daerah yang berpikiran bebas seperti Catalonia dan wilayah Basque, dan dia juga membantu meredakan upaya kudeta pada 1981.

Juan Carlos menikmati popularitas yang tinggi, sampai beberapa tahun sebelum turun takhta. Namun, tetapi perjalanan mewahnya untuk berburu gajah ke Botswana pada 2012 dan tuduhan korupsi yang melibatkan putri bungsunya, Cristina, dan suaminya Iñaki Urdangarin, memunculkan seruan baginya untuk mundur.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini