Dia menjadi kepala negara Spanyol yang pertama yang dinobatkan dalam 44 tahun.
Tetapi dia segera mengabaikan pendukung Franco, yang menginginkan perpanjangan kekuasaan otokratis, dan mengantarkan pada sistem monarki parlementer yang baru.
Seiring berlalunya waktu, raja semakin sedikit melibatkan dirinya dalam politik sehari-hari, dan menjadi lebih dari sekadar boneka. Dia dianggap sebagai kekuatan penstabil untuk daerah-daerah yang berpikiran bebas seperti Catalonia dan wilayah Basque, dan dia juga membantu meredakan upaya kudeta pada 1981.
Juan Carlos menikmati popularitas yang tinggi, sampai beberapa tahun sebelum turun takhta. Namun, tetapi perjalanan mewahnya untuk berburu gajah ke Botswana pada 2012 dan tuduhan korupsi yang melibatkan putri bungsunya, Cristina, dan suaminya Iñaki Urdangarin, memunculkan seruan baginya untuk mundur.
(Rahman Asmardika)