JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan melakukan pemeriksaan terhadap 12 saksi terkait kasus dugaan korupsi pengadaan lahan untuk Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kota Bandung.
Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri mengungkapkan, pemeriksaan belasan saksi tersebut dibagi menjadi dua lokasi, pertama di Gedung Merah Putih KPK dan Mapolrestabe Bandung. Mereka semua diperiksa untuk tersangka Dadang Suganda (DS).
"Mereka akan diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi," kata Ali, Jakarta, Kamis (19/3/2020).
Untuk saksi yang diperiksa di Gedung KPK yakni, Supir, Naya. Sementara di Mapolrestabes Bandung antara lain, Wawan Sungkawa, Swasta, Iis Rosmawati, Ibu Rumah Tangga, Lisda Damayanti, Wiraswasta, Yani, Finance, Agus Nababan, Sales, Hendra Hendriawan,Wiraswasta, Moehamad Soerakoesoemah, Pensiunan, Rochana Soerakoesoemah, ibu Rumah Tangga, Teteh, Wiraswasta, Mariam Mardiani, Pensiunan dan Andi Wijaya, GM Sales.
Sebelumnya, KPK telah menetapkan empat orang tersangka dalam kasus ini. Keempatnya yakni, mantan Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) Kota Bandung Herry Nurhayat (HN), dan dua mangan anggota DPRD Kota Bandung periode 2009-2014, Tomtom Dabbul Qomar (TDQ) dan Kadar Slamet (KS).
KPK kemudian mengembangkan perkara ini dan menetapkan satu tersangka lainnya. Satu tersangka lainnya itu yakni, seorang wiraswasta yang juga berperan sebagai makelar tanah, Dadang Suganda (DSG).
Sejalan dengan proses penyidikan, KPK mengendus ada banyak pihak yang kecipratan uang panas proyek pengadaan lahan untuk Ruang Terbuka Hijau (RTH) di lingkungan Pemkot Bandung tahun anggaran 2012-2013. KPK telah menghimbau pihak-pihak yang turut menerima dana panas proyek ini agar kooperatif dan mengembalikan uang itu ke negara.
Saat ini, KPK sedang fokus menelusuri aliran uang korupsi proyek pengadaan lahan untuk RTH Bandung yang diduga mengalir ke sejumlah pihak. Terlebih, setelah adanya audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang ditemukan kerugian negara cukup besar.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.