Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

China Mengheningkan Cipta Selama 3 Menit Menghormati Korban Meninggal Virus Corona

Rachmat Fahzry , Jurnalis-Sabtu, 04 April 2020 |15:57 WIB
China Mengheningkan Cipta Selama 3 Menit Menghormati Korban Meninggal Virus Corona
Sejumlah pejabat dan tenaga kesehatan China mengheningkan cipta menghormati korban meninggal virus corona. (Foto/China Plus)
A
A
A

BEIJING - China mengheningkan cipta selama tiga menit untuk mengenang korban meninggal akibat virus cornan yang menyebabkan penyakit Covid-19.

Di China, lebih dari 3.300 orang yang meninggal karena Covid-19.

Mengheningkan cipta dimulai pada pukul 10.00 waktu setempat. Masyarakat di sana mengheningkan cipta selama sebagai bentuk penghormatan kepada mereka yang meninggal.

Mobil, kereta api dan kapal kemudian membunyikan klakson, sementara bendera dikibarkan setengah tiang.

Baca juga: Kota Jia di China Lockdown Usai Warga Positif Virus Corona

Baca juga: Dampak Virus Corona, Kota Shenzhen China Larang Warga Makan Anjing dan Kucing

Kasus pertama virus corona pertama kali terdeteksi di kota Wuhan, Provinsi Hubei pada Desember 2019.

Sejak itu, virus tersebut telah melanda dunia, menginfeksi lebih dari satu juta orang dan membunuh hampir 60.000 di 181 negara.

Di Wuhan, pusat penyebaran China, semua lampu lalu lintas di daerah perkotaan menjadi merah pada pukul 10.00, menghentikan lalu lintas selama tiga menit.

Pemerintah China mengatakan acara mengheningkan cipta juga memberikan kepada 14 pekerja medis yang meninggal karena berjuang melawan virus.

Pekerja medis itu termasuk Li Wenliang, seorang dokter di Wuhan yang meninggal karena Covid-19 setelah ditegur oleh pihak berwenang karena berusaha memperingatkan orang lain tentang virus corona.

"Saya sangat sedih teringat kolega dan pasien kami yang meninggal," kata seorang perawat China yang merawat pasien coronavirus kepada kantor berita AFP. "Kuharap mereka bisa beristirahat dengan baik di surga."

Menyitir BBC, Sabtu (4/4/2020) Presiden China Xi Jinping dan pejabat pemerintah memberikan penghormatan dengan mengenakan bunga putih yang disematkan di dada mereka Beijing.

Acara mengheningkan cipta itu bertepatan dengan festival Qingming, festival penghormatan bagi leluhur masyarakat China.

China pertama kali memberi tahu Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tentang kasus pneumonia dengan penyebab yang tidak diketahui pada 31 Desember 2019.

Pada 18 Januari, jumlah kasus yang dikonfirmasi meningkat menjadi sekitar 60, tetapi para ahli memperkirakan jumlah sebenarnya mendekati 1.700.

Dua hari kemudian, jutaan orang bersiap untuk melakukan perjalanan untuk tahun baru Imlek, jumlah kasus virus corona meningkat tiga kali lipat menjadi lebih dari 200 dan virus terdeteksi di Beijing, Shanghai dan Shenzhen.

Sejak saat itu, virus mulai menyebar dengan cepat di Asia dan kemudian Eropa, akhirnya mencapai setiap sudut dunia.

Dalam beberapa minggu terakhir, China telah mulai melonggarkan pembatasan perjalanan dan jarak sosial.

Akhir pekan lalu, wilayah di Wuhan telah setelah lebih dari dua bulan dikarantina.

Pada hari Sabtu, China melaporkan 19 kasus baru virus corona. Komisi kesehatan China mengatakan 18 dari kasus itu melibatkan para pelancong yang datang dari luar negeri.

Ketika negara itu berjuang untuk mengendalikan kasus-kasus yang datang dari luar negeri, China untuk sementara waktu melarang semua warga asing, bahkan jika mereka memiliki visa atau izin tinggal.

(Rachmat Fahzry)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement