Badai Kategori 5 Hantam Vanuatu Setelah Tewaskan 27 Orang di Kepulauan Solomon

Rahman Asmardika, Okezone · Senin 06 April 2020 15:31 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 04 06 18 2194929 badai-kategori-5-hantam-vanuatu-setelah-tewaskan-27-orang-di-kepulauan-solomon-jdr3OdLmV9.jpg Foto: BBC.

PORT VILA - Sebuah topan super yang membawa angin dengan kecepatan hingga 215km/jam mendarat di Vanuatu yang tengah berada dalam keadaan darurat karena virus corona (COVID-19) pada Senin (6/4/2020).

Topan kategori lima Harold tiba di Vanuatu setelah menewaskan 27 orang di Kepulauan Solomon yang berdekatan. Para korban tersapu dari sebuah feri yang menentang peringatan datangnya topan. Kategori lima adalah kategori topan terkuat.

Vanuatu negara kecil di pasifik dengan sekira 300.000 penduduk, sudah dalam keadaan darurat karena virus corona dan sedang menunggu hasil pemilihan umum.

Badai Harold terutama menghantam Provinsi Sanma, di mana Luganville, kota terbesar kedua Vanuatu, terletak.

Meskipun belum ada laporan korban tewas atau luka-luka, foto-foto menunjukkan atap bangunan yang hancur ditiup angin dan kabel listrik jatuh. Beberapa orang berlindung di gua-gua.

"Ada banyak kerusakan di Sanma, mereka kehilangan banyak bangunan," kata Pimpinan Eksekutif Palang Merah Vanuatu, Jacqueline de Gaillande sebagaimana dilansir Reuters, Senin. 

Departemen Meteorologi Vanuatu mencatat angin hingga 215km/jam di Sanma tetapi mengatakan hembusan angin yang kurang berkelanjutan, mencapai 235km/jam.

Upaya internasional besar-besaran diperlukan setelah badai kategori lima terakhir, Topan Pam, menghantam Vanuatu pada 2015.

Meskipun Vanuatu tidak memiliki konfirmasi kasus Covid-19, negara itu menyatakan keadaan darurat bulan lalu, segera setelah negara itu memberikan suara dalam pemilihan umum.

Penghitungan suara disiarkan langsung, karena aturan jarak sosial membuat sulit untuk memiliki cukup pengamat dalam satu ruangan. Hasil tidak resmi telah dipublikasikan, dengan hasil resmi segera akan dirilis.

Pada Minggu (5/4/2020), polisi di Kepulauan Solomon mengatakan lima dari 27 mayat yang hilang dalam kecelakaan feri telah ditemukan. MV Taimareho berlayar di tengah angin kencang dengan lebih dari 700 orang di dalamnya, dilaporkan sebagai bagian dari program evakuasi virus corona.

Kapal itu awalnya diduga memiliki hanya 60 orang di dalamnya.

(dka)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini