Baru Bebas Berkat Asimilasi Corona, Pria di Malang Malah Nekat Mencuri

Avirista Midaada, Okezone · Selasa 14 April 2020 16:36 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 14 519 2199058 baru-bebas-berkat-asimilasi-corona-pria-di-malang-malah-nekat-mencuri-T9kw9rWrAp.jpg Penangkapan pelaku curanmor di Kota Malang. (Foto: Istimewa)

KOTA MALANG – Baru saja bebas dari Lembaga Pemasyarakatan Madiun melalui program asimilasi mengantisipasi persebaran virus corona, seorang warga binaan berinisial F (34) kembali berulah.

Warga Kecamatan Poncokusomo, Kabupaten Malang, Jawa Timur, ini kembali ditangkap polisi usai berusaha mencuri sebuah motor yang sedang diparkir di depan minimarket.

Wakapolresta Malang Kota AKBP Setyo Koes Heriyatno mengatakan pelaku awalnya berusaha mengambil motor milik salah satu pembeli di minimarket di Jalan Raden Intan, Kelurahan Arjosari, Blimbing, Kota Malang.

"Pelaku F ini pura-pura akan mengambil kendaraan motor seolah kendaraan sendiri. Tapi sewaktu dia memasukkan kunci, ditegur oleh petugas parkir yang ada di situ bahwa itu bukan motornya. Lalu dia dengan santai pergi," ujar Setyo di Mapolresta Malang, Selasa (14/4/2020).

Pemilik motor yang menerima laporan dari petugas parkir akhirnya melaporkan kejadian itu ke Polsek Blimbing. Polisi langsung bergerak melakukan penyelidikan dan berhasil mengidentifikasi pelaku dari rekaman kamera CCTV.

"Pelaku kita identifikasi dan diamankan. Setelah digeledah, pelaku punya kunci T. Jadi memang ada niat memiliki kendaraan motor tersebut," tuturnya.

Setyo juga membenarkan bahwa pelaku F merupakan salah satu warga binaan yang mendapat asimilasi corona dari Lapas Madiun.

"Setelah diamankan dan dilakukan pemeriksaan, pelaku ini warga binaan yang baru mendapat asimilasi dari Lapas Madiun. Baru saja keluar, tapi melakukan tindak pidana lagi," jelasnya.

Terkait kapan pelaku F mendapat asimilasi, pihak kepolisian belum menerima laporan dan akan memperdalam lebih lanjut.

"Terus terang kita tidak mendapat tembusan dari asimilasi ini. Langkah kami adalah memberikan surat kepada Kemenkumham terkait kebijakan asimilasi supaya benar-benar selektif," jelasnya.

Setyo menerangkan, seleksi ketat terhadap warga binaan yang mendapat asimilasi corona dinilai penting lantaran dalam sepekan terakhir di Kota Malang justru marak terjadi tindak kriminal.

"Kenyataannya yang dialami sekarang sejak ada asimilasi minggu ini kriminalitas meningkat. Baik itu jambret, curanmor (pencurian kendaraan bermotor), dan curat (pencurian dengan pemberatan) lainnya. Jadi kami dengan kebijakan asimilasi ini memohon ke Kemenkumham untuk lebih selektif," ucapnya.

"Kita lihat yang dikeluarkan (mendapat asimilasi) adalah pelaku kejahatan jalanan. Ini akan menimbulkan efek bagi kami dalam hal kamtibnas. Proses asimilasi itu benar-benar tepat kepada warga binaan yang benar-benar sudah menjalani dan memahami apa yang telah dilakukannya," pungkas dia.

(han)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini