Polisi Tangkap Pria yang 'Sumpahin' Tenaga Medis Kena Covid-19 di Medsos

Puteranegara Batubara, Okezone · Kamis 16 April 2020 13:41 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 16 340 2200100 polisi-tangkap-pria-yang-sumpahin-tenaga-medis-terkena-covid-19-di-medsos-TqTySEiQvC.jpg Polres Payakumbuh menangkap pria yang sumpahin tenaga medis kena Covid-19 (Foto: Ist/Puteranegara)

JAKARTA - Polres Payakumbuh menangkap seorang pria bernama Desmaizar alias Ade lantaran 'sumpahin' tenaga medis terkena Covid-19 atau virus corona dalam postingannya di media sosial (Medsos) Facebook.

Kapolres Payakumbuh AKBP Donny Setiawan menjelaskan, tersangka diciduk lantaran diduga telah melakukan tindak pidana UU ITE terkait penyebaran informasi elektronik yang memiliki muatan penghinaan atau pencemaran nama baik dan menimbulkan ujaran kebencian atau permusuhan individu atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas SARA.

"Terhadap tersangka dilakukan penahanan," kata Donny dalam keterangan tertulisnya yang diterima Okezone, Jakarta, Kamis (16/4/2020).

Pelaku pun memposting kalimat tersebut melalui akun Facebook milik istrinya nola.bundanyaasraf. Adapun isi tulisan tersangka di medsos tersebut yang dianggap melanggar hukum adalah:

"Semoga makin bnyk Dokter dan Perawat jadi korban Corona ko,, dan smkin bnyk urg yg menolak untuak dmakam kan di bumi alloh ko,,sbb ksombongan itu pkaian setan,, bukan pkaian manusia,,,jadi kalau setan tu mati,,ndk Ado hak nyo bkubua d bumi Allah ko doh"

ilustrasi foto: ist

Donny menambahkan, setelah postingan tersebut viral, tersangka kemudian ke Polsek Luhak Polres Payakumbuh berusaha untuk mengelabui petugas Polsek dengan memberikan laporan palsu bahwa akun facebook istrinya yang digunakan untuk memposting ujaran kebencian tersebut telah dihack orang lain.

"Lalu berfoto di Polsek Luhak dan memposting fotonya di Polsek Luhak dengan keterangan *“lagi d Polsek, mlaporkan bhwa fb istri saya dbajak,, dan saya slaku kluarga(suami) mhon kpada tman fb smua untuk mmaklumi atas kjdian yg mnimpa istri saya, krna itu bukan istri saya yang komentar, tp justru pihak yang tidak bertanggung jawab, trimakasih," ungkap Donny.

Saat dilakukan penyelidikan ternyata tersangka berbohong. Alhasil, pelaku langsung ditangkap dan mengakui perbuatannya di hadapan petugas.

"Tersangka kemudian ditangkap dan mengakui perbuatannya menggunakan akun Facebook istrinya memposting ujaran kebencian," tutur Donny.

Adapun modus dari pelaku memosting ujaran kebencian itu adalah, untuk menimbulkan ujaran kebencian atau permusuhan individu atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas SARA.

Ujaran kebencian atau permusuhan kepada profesi dokter dan perawat serta membangun opini dan mengajak masyarakat secara umum dan umat islam secara khusus untuk tidak menerima pemakaman dokter dan perawat yang menjadi korban corona.

"Tersangka Desmaizar melakukan hal tersebut dengan alasan pernah mendapatkan pelayanan medis yang kurang baik di di salah satu Rumah Sakit di Kabupaten 50 Kota," ucap Donny.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 45A Ayat (2) jo Pasal 28 Ayat (2) Atau Pasal 45 Ayat (3) Jo Pasal 27 Ayat (3) , UU ITE No 19 Tahun 2016 Tentang Perubahan Undang-Undang No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dengan ancaman pidana penjara paling lama 6 tahun dan atau denda paling banyak Rp1 miliar.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini