Teror Bom di Masjid, Pemabuk Ini Ditangkap Polisi

Harits Tryan Akhmad, Okezone · Sabtu 02 Mei 2020 20:47 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 02 340 2208279 teror-bom-di-masjid-pemabuk-ini-ditangkap-polisi-1MvNoViVAw.jpg foto: istimewa

JAKARTA - Jajaran Polda Kalimantan Tengah menangkap seseorang pria berinisial HG alias Iwan (22), usai diduga pelaku teror dengan menaruh barang menyerupai bom di Masjid Nurul Yaqin Kuala Pembuang Kecamatan, Pembuang Hilir Kab Seruyan, Sabtu (2/5/2020).

Kabid Humas Polda Kalteng Kombes Hendra Rochmawan mengatakan, berdasarkan hasil pantauan CCTV Masjid Nurul Yaqin, diketahui barang diduga bom tersebut diletakan seorang pemuda di area Masjid.

“Dari pantauan CCTV lainnya, terlihat sebelum tiba di masjid terduga pelaku menumpang motor Tosa warna kuning dan turun dipertigaan Apotek Azmi seberang Toko Serba 35 Ribu,” ujar Hendra dalam keterangannya diterima Okezone, Sabtu (2/5/2020).

Benda yang mirip bom tersebut pun membuat geger masyarakat. Dari situlah Polisi pun bergerak cepat untuk segera mengungkap kasus yang menghebohkan masyarakat di tengah pandemi Covid-19.

"Setelah kami lakukan penyelidikan, diketahui Tosa Kuning tersebut milik sdr Akbar (saksi 1) yang pada saat kejadian digunakan oleh saudara TH (20) saksi 2 untuk mengantar galon ke Jalan Kapt. Mulyono Kuala Pembuang I Kab. Seruyan," terangnya.

Menurut keterangan saksi, selesai mengantar galon di Salon Jimmy kemudian bertemu teman SMA nya yang bernama HG alias Iwan (22) warga Kampung Kumai.

 Bom

Selanjutnya, kata Hendra, pelaku sempat memanggil saksi bermaksud ingin menumpang dikendaraan yang dikemudikannya sembari memperlihatkan benda yang mirip bom dengan berkata ‘Ni bom wal’, hanya saja saksi tidak memperdulikan.

"Iwan terduga pelaku meminta tumpangan sampai di pertigaan Apotek Azmi. Kemudian turun tepat di pertigaan apotek. Selanjutnya berjalan kaki menuju Masjid Nurul Yaqin membawa benda diduda bom yang disembunyikan di dalam baju bagian depan," ujarnya.

Berdasarkan keterangan saksi, Iwan memiliki keahlian dibidang perakitan alat elektronik dan kelistrikan yang diperoleh secara otodidak sejak di SMA. Setelah itu Polisi pun langsung mengamanakan pelaku di dalam ruang kelas SD Asseruyaniyah.

“Langsung kami bawa untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya," tambahnya.

Setelah menjalani pemeriksaan usut punya usut, pelaku melakukan tindakan tersebut lantaran sedang dalam pengaruh narkotika jenis sabu. Bahkan, setalah diperiksa secara rinci oleh pihak Kepolisian barang yang diletakan Iwan dan diduga bom tersebut tidak ditemukan adanya pemicu.

“Tidak ada pemicunya, tidak ada power pemicunya, tidak ada powder atau bubuk peledak dan pipa hanya kabel-kabel dan baterai bekas,” ujar Hendra.

“Diduga tersangka halusinasi karena sering melihat di youtube tentang rakitan bom dan yang bersangkutan saat ini positif sabu,” tambahnya.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini