
Wapres menambahkan, hal ini merujuk beberapa riwayat yang menyebutkan bahwa Alquran diturunkan dua kali.
Pertama, Alquran turun sekaligus dari lauhul mahfudz (kitab yang terjaga, kitab di mana Allah mencatat seluruh peristiwa alam semesta) ke langit dunia pada peristiwa lailatul qadar. Peristiwan ini terjadi pada al ‘asyrul awakhir min Ramadhan (10 hari terakhir Ramadan), yakni dimulai pada malam ke-21.
Kedua, Alquran turun secara bertahap yang ditandai dengan penerimaan wahyu oleh Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wassalam, berupa Surah Al-A’laq ayat 1 hingga 5, di Gua Hira. Peristiwa ini terjadi pada 10 hari kedua, tepatnya 17 Ramadan. Turunnya Al-Qur’an ini sesuai dengan Surah Al-Anfal ayat 1, wamaa anzalna ‘alaa 'abdina yaumal furqoni yaumal talqal jam’aan, yang berarti “apa yang Kami turunkan kepada hamba kami (Nabi Muhammad) di hari Al- Furqan (Alquran) yaitu pada hari bertemunya dua pasukan.
Maksud ayat ini adalah Perang Badar yang terjadi antara Umat Islam dan Kafir Quraisy bertepatan dengan waktu turunnya Alquran, 17 Ramadan. Peristiwa ini dikenal dengan nuzulul Qur’an.