LUBUKLINGGAU - Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kota Lubuklinggau menemukan adanya takjil atau makanan berbuka puasa mengandung formalin dijual pedagang di Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan. Warga diminta waspada.
Petugas BPOM selama bulan Ramadan mengawasi jajanan takjil di sejumlah tempat di antaranya sekitaran Jalan Yos Sudarso, Jalan Telkom dan di lokasi eks Kompi Kota Lubuklinggau.
Kepala Kantor Loka BPOM Lubuklinggau, Apdil Kurnia mengatakan, petugas telah mengambil 58 sampel takjil dari 27 April hingga 4 Mei 2020 untuk diuji kandungannya di laboratorium.
"Kita masih menemukan 17 atau 26 persen sampel makananan yang kita uji mengandung bahan berbahaya jenis formalin," katanya, Selasa (5/5/2020).
Disebutkan Apdil, untuk rinciannya tiga dari 14 sampel tahu positif formalin, lalu dari 15 mie kuning basah yang dilakukan sampling petugas dilapangan, ternyata 100 persen mengandung formalin.
"Dan untuk hasil uji coba tahun ini sama dengan tahun kemarin, formalin masih menjadi masalah di Kota Lubuklinggau, tahu telah mengalami penurunan, sementara mie basah 100 persen, yang prodaknya mereka jual dalam bentuk rujak mie, mengandung formalin.