Telepon Langsung, Menlu Retno Tanyakan Kondisi ABK WNI Kapal China

Rahman Asmardika, Okezone · Jum'at 08 Mei 2020 10:56 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 08 18 2210904 telepon-langsung-menlu-retno-tanyakan-kondisi-abk-wni-kapal-china-YFSxaEoVip.jpg Para ABK WNI melakukan percakapan singkat melalui telefon dengan Menlu Retno Marsudi, 8 Mei 2020. (Foto: Dok. KBRI Seoul)

MENTERI Luar Negeri Retno Marsudi menelefon langsung para anak buah kapal (ABK) Indonesia yang diduga mengalami perlakuan tidak manusiawi di atas kapal penangkap ikan China. Pembicaraan telefon itu dilakukan sebelum para ABK WNI pulang ke Tanah Air pada hari ini (8/5/2020).

Dalam percakapan singkat tersebut, Menlu Retno menanyakan kondisi para ABK WNI dan mendoakan agar perjalanan mereka kembali ke Indonesia berjalan dengan lancar. Menlu Retno juga mengatakan bahwa dia akan bertanya lebih lanjut kepada para ABK WNI mengenai permasalahan yang mereka dan ABK WNI lain alami selama berada di kapal penangkap ikan Tiongkok.

Mereka diterbangkan pada Kamis pagi dengan pesawat Garuda Indonesia dari Bandara Incheon, dengan didampingi pejabat KBRI Seoul. Semua ABK WNI tersebut dilaporkan dalam keadaan sehat.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, ke-14 ABK WNI yang pulang ke Tanah Air hari ini adalah awak kapal penangkap ikan berbendera China, Long Xin 629 yang tiba di Busan, Korea Selatan dengan kapal penangkap ikan Tiongkok, Tian Yu 8 pada bulan lalu.

Mereka melaporkan telah menerima perlakuan tidak manusiawi dan diskriminasi selama bekerja di kapal Long Xin 629.

Seorang awak kapal WNI lain yang tiba bersama mereka di Busan telah meninggal dunia setelah sempat dirawat di rumah sakit di kota itu. Penyebab kematian ABK WNI, yang diketahui berinisial E, dikarenakan penyakit pneumonia, yang diduga berkaitan dengan kondisi hidup dan kerja di atas kapal tersebut.

Selama berada di Busan, para ABK WNI menjalani karantina selama 14 hari dan dimintai keterangan mengenai kondisi mereka saat bekerja di kapal Long Xin 629 oleh aparat penegak hukum Korea Selatan untuk ditindaklanjuti dengan penyelidikan.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini