Oposisi Venezuela Rencanakan Pelengseran Maduro dengan Perusahaan Keamanan AS

Rahman Asmardika, Okezone · Jum'at 08 Mei 2020 11:38 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 08 18 2210934 oposisi-venezuela-rencanakan-pelengseran-maduro-dengan-perusahaan-keamanan-as-vNsYCQGxgO.jpg Presiden Venezuela, Nicolas Maduro memegang sebuah dokumen dalam sebuah konferensi pers virtual di Caracas, Venezuela, 6 Mei 2020. (Foto: Reuters)

CARACAS - Anggota pihak oposisi Venezuela pada Oktober 2019 merundingkan kesepakatan sebesar USD213 juta dengan perusahaan keamanan kecil di Florida, Amerika Serikat (AS) untuk melakukan penyerbuan ke negara Amerika Latin itu dan menggulingkan Presiden Nicolas Maduro.

Pemerintah Venezuela pekan ini menangkap lebih dari selusin orang, termasuk warga AS yang bekerja untuk perusahaan keamanan itu, Silvercorp USA, sebagai bagian dari serangan yang gagal terhadap pemerintahan Maduro.

Dua warga AS yang ditangkap itu muncul di televisi pemerintah di Venezuela pada Rabu (6/5/2020) dan Kamis (8/5/2020), mengatakan mereka telah ditugaskan oleh Silvercorp untuk mengambil alih kendali bandara di Caracas untuk menerbangkan Maduro ke AS. Maduro mengatakan bahwa kedua warga AS itu akan diadili di pengadilan sipil Venezuela.

Menurut sebuah dokumen yang diterbitkan oleh Washington Post disebutkan bahwa Silvercorp, “akan memberi saran dan membantu Kelompok Mitra dalam Perencanaan dan pelaksanaan dan operasi untuk menangkap atau menahan atau menjatuhkan Nicolas Maduro, menghapus Rezim Venezuela saat ini, dan menempatkan Presiden Venezuela yang diakui Juan Guaido."

Diwartakan Reuters, rencana yang diuraikan dalam dokumen setebal 42 halaman itu memberikan detail taktis yang teliti mulai dari ranjau darat mana yang akan digunakan dan apa perlengkapan huru-hara yang akan digunakan. Namun tidak ada penjelasan tentang bagaimana sekelompok kecil pasukan komando dapat mengalahkan ratusan ribu pasukan keamanan yang tetap setia kepada Partai Sosialis yang berkuasa.

Pada Kamis, televisi pemerintah menayangkan video yang menampilkan tentara bayaran warga AS Airan Berry yang ditangkap. Dalam video itu Berry mengatakan tujuan misi tersebut adalah untuk mengendalikan target spesifik seperti badan intelijen Sebin dan kelompok intelijen militer DGCIM dan untuk "mendapatkan" Maduro.

Washington Post mengatakan bahwa dokumen itu berasal dari pejabat oposisi Venezuela, namun sejauh ini keasliannya belum dapat dikonfirmasi.

Dokumen tersebut memberikan pukulan terhadap kredibilitas pemimpin oposisi Juan Guaido, yang dengan keras membantah memiliki kaitan dengan Silvercorp atau keterlibatan dalam upaya untuk melengserkan Maduro secara paksa.

Tim pers Guaido tidak menanggapi permintaan komentar.

Penasihat Guaido, Juan Rendon, yang tanda tangannya juga muncul di dokumen itu, mengatakan dalam sebuah wawancara telepon bahwa ia memang merundingkan perjanjian itu. Namun dia mengatakan bahwa Pimpinan Eksekutif Silvercorp, Jordan Goudreau, tetap melanjutkan serbuan itu meskipun Rendon telah memutuskan hubungan dengannya pada November.

"Dia keluar sendiri," kata Rendon.

Reuters tidak dapat memperoleh komentar dari Goudreau, yang secara terbuka mengatakan dirinya memimpin operasi.

Dua partai oposisi utama, Partai Keadilan Pertama dan Partai Kehendak Rakyat, yang berafiliasi dengan Guaido, pada Kamis mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa "kekuatan demokrasi tidak mempromosikan atau membiayai gerilyawan, pecahnya kekerasan atau kelompok paramiliter," dan mengulangi seruan untuk pemerintahan transisi.

Logo enam partai lain, termasuk Aksi Demokratik dan Era Baru, yang memiliki perwakilan signifikan di Majelis Nasional, muncul di dokumen.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini