SEOUL - Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un secara tak terduga mengganti kepala badan mata-mata negara itu dan pengawalnya dalam sebuah upaya “pembersihan”, demikian dilaporkan media Korea Selatan.
The Korea Herald mengutip keterangan Kementerian Unifikasi Korea Selatan melaporkan, Kim menggantikan Jang Kil-song sebagai direktur Reconnaissance General Bureau (RGB) pada Desember 2019 dengan Letjen Rim Kwang-il. Rim juga dilaporkan ditunjuk sebagai anggota Komisi Militer Pusat dari Partai Buruh yang berkuasa.
Laporan itu juga menyebutkan bahwa Jenderal Angkatan Darat Yun Jong-rin, yang telah melindungi Kim sejak 2010, digantikan oleh Kwak Chang-sik sebagai komandan Pengawal Tertinggi yang baru. Yun juga ditunjuk sebagai anggota komite pusat partai berkuasa.
Tidak ada alasan diberikan terkait penggantian tersebut. Herald juga melaporkan bahwa langkah lain yang diambil termasuk penunjukan Hyun Song-wol, pemimpin kelompok musik wanita Moranbong, sebagai wakil direktur departemen propaganda dan agitasi.
RGB diperkirakan berada di belakang banyak operasi mata-mata Korea Utara, perang di dunia maya dan serangan-serangan lain terhadap Korea Selatan, Jepang, dan Amerika Serikat (AS). Para pejabat Korea Selatan percaya badan tersebut berada di balik serangan 2010 terhadap salah satu kapal angkatan lautnya yang menewaskan 46 pelaut.
Perombakan kabinet itu diumumkan oleh Kementerian Unifikasi dalam publikasi tahunannya. Perombakan itu tampaknya mengindikasikan Kim sedang berusaha memperketat cengkeramannya pada kekuasaan dengan menempatkan para pembantu utama di jabatan-jabatan utama.
"Tahun lalu, 80 persen anggota politbiro diganti dan sembilan dari 11 anggota, atau 82 persen, dari Komisi Urusan Negara diubah," kata seorang pejabat kementerian yang tidak diungkap identitasnya sebagaimana dilansir Fox News, Jumat (15/5/2020).