Share

Baznas Kulonprogo Salurkan Zakat untuk Tukang Becak

Kuntadi, Koran SI · Jum'at 15 Mei 2020 14:30 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 15 510 2214610 baznas-kulonprogo-salurkan-zakat-untuk-tukang-becak-xpqVWrnhWz.jpg (Foto: Kuntadi/Okezone)

KULONPROGO - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kulonprogo menyalurkan zakat, infaq, sedekah (ZIS) kepada ratusan tukang becak yang ada di Kabupaten Kulonprogo. Bantuan ini diharapkan bisa meringankan beban masyarakat di tengah pandemi Covid-19, dan bekal untuk hari raya.

Ketua Baznas Kulonoprogo Abdul Madjid mengatakan Baznas selama ini mengelola zakat, infaq, sedekah, yang dihimpun dari masyarakat. Pada bulan puasa mendekati Hari Raya seperti ini, mereka mentasyarufkan kepada mereka yang berhak menerima.

Seperti tukang becak, pasukan kuning, ustadz TPA, kaum Rois, hingga kaum dhuafa. Bahkan Baznas juga memberikan bantuan bagi penderes yang jatuh dari pohon kelapa.

“Meski ada wabah Covid-19, kesadaran masyarakat untuk berzakat cukup tinggi,” ujarnya.

Pada 2019 lalu, Baznas Kulonprogo berhasil mengumpulkan setinggi di DIY, sebanyak Rp8,9 miliar. Sedangkan selama empat bulan ini sudah menyalurkan Rp4,1 miliar.

Selama ini ada lima program pentasyarufan zakat yang dilakukan di Kulonprogo, yakni program fisik, program cerdas, membantu pelajar kurang mampu, program sehat membantu gakin yang tidak tercover BPJS, program peduli dan program makmur.

Selain itu juga kepada penderes nira, korban tanah longsor dan bedah rumah. “Kita terus salurkan ZIS kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.

Bupati Kulonprogo Sutedjo mengatakan, santunan kepada tukang becak ini merupakan salah satu program kepedulian sekaligus pentasyarufan zakat. Dana yang terkumpul dan dikelola Baznas didistribusikan kepada yang menerima.

“Kita harus sabar, kita ikuti anjuran pemerintah untuk di rumah karena ada Corona. Semoga bantuan ini bisa bermanfaat,” ujarnya.

Sutedjo juga mengajak kepada tukang becak untuk mentaati protokol kesehatan. Mengenakan masker, jaga jarak dan rajin cuci tangan dengan sabun. Jika tidak perlu tidak perlu ke luar rumah.

Sementara itu salah seorang tukang besar Sudari mengaku selama pandemi Covid-19 dirinya tidak pernah lagi menarik penumpang. Kondisi Pasar Wates sepi, dan tidak ada yang membutuhkan jasa tukang becak. Adanya bantuan ini sangat bermanfaat untuk makan dalam beberapa hari ke depan.

“Sebulan tidak narik, makan dengan uang simpanan. Kadang ada bantuan sembako,” ujarnya.

Tukang becak yang lain, Suratidjo mengaku senang. Dia akan memanfaatkan uang ini untuk perbaikan becak, dan makan bersama keluarganya. Setiap hari pendapatan sebagai tukang becak tidak pasti. Kadang ada tarikan kadang sama sekali tidak ada penumpang.

“Kalau tahun lalu lumayan, sekarang sehari dapat satu dua penumpang bagus. Kadang tidak ada sama sekali,” katanya.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini