Share

Ditekan karena Kasus Pembunuhan Istri, PM Lesotho Thomas Thabane Mengundurkan Diri

Rahman Asmardika, Okezone · Selasa 19 Mei 2020 14:08 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 19 18 2216467 ditekan-karena-kasus-pembunuhan-istri-pm-lesotho-thomas-thabane-mengundurkan-diri-PlRk2edp8v.jpg Perdana Menteri Lesotho, Thomas Thabane. (Foto: AFP)

MASERU – Perdana Menteri Lesotho, Thomas Thabane mengumumkan bahwa ia akan mengundurkan diri dari jabatannya menyusul tekanan selama berbulan-bulan setelah ia disebut sebagai tersangka dalam pembunuhan mantan istrinya.

Pria berusia 80 tahun tidak mengatakan kapan dia akan meninggalkan jabatannya tetapi partainya mengatakan perdana menteri baru akan dilantik pada Rabu (20/5/2020).

Lipolelo Thabane (58) ditembak mati dua hari sebelum Thomas Thabane menjadi perdana menteri pada 2017. Saat itu Thabane menyebut pembunuhan itu tak berperikemanusiaan, tetapi kemudian polisi menuduhnya terlibat dalam kematian Lipolelo.

Istri Thabane, yang tinggal bersamanya pada saat pembunuhan, Messiah Thabane, didakwa sehubungan dengan pembunuhan pada Februari. Pasangan itu membantah terlibat dalam pembunuhan tersebut.

"Saya memutuskan untuk secara pribadi datang dan memberi tahu Anda bahwa saya mengundurkan diri sebagai perdana menteri Lesotho," demikian disampaikan Thabane kepada para pendukungnya di daerah pemilihan Abia di pinggiran Ibu Kota Maseru, sebagaimana dilansir kantor berita AFP.

Lesotho diganggu oleh ketidakstabilan politik tahun ini. Thabane telah kehilangan mayoritas di parlemen pekan lalu ketika koalisi yang mendukungnya pecah dan pemerintah baru diperkirakan akan dibentuk pada Jumat (22/5/2020).

Menteri keuangan saat ini, Moeketsi Majoro, tampaknya akan menjadi perdana menteri baru Lesotho. Dia telah ditunjuk sebagai calon pemimpin koalisi pemerintahan baru oleh ABC dan sekutunya, partai Kongres Demokratik (DC).

Raja Lesotho - sebuah kerajaan kecil yang sepenuhnya dikelilingi oleh Afrika Selatan - secara resmi diberitahukan dan diharapkan Majoro akan dilantik di istana kerajaan di ibu kota, Maseru, pada hari Rabu.

Parlemen kemudian akan berkumpul kembali pada Jumat, ketika pemerintah baru diharapkan akan diresmikan.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini