Share

Habib Bahar Ditahan Kembali karena Langgar Asimilasi, Ini Tanggapan Kuasa Hukum

CDB Yudistira, Okezone · Selasa 19 Mei 2020 06:25 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 19 525 2216241 habib-bahar-ditahan-kembali-karena-langgar-asimilasi-ini-tanggapan-kuasa-hukum-Uj6G1LoW64.jpg (Foto: Youtube)

BANDUNG - Salah satu pengacara Habib Bahar bin Smith, Habib Novel Bamukmin menilai, pelanggaran asimilasi yang dilakukan Habib Bahar, menurut dia tidak mendasar. Novel menganggap tidak ada pelanggaran yang dilakukan oleh kliennya tersebut.

"Saya melihat ini tidak mendasar karena apa yang beliau langgar," tegas Novel kepada Okezone, Selasa (19/5/2020).

 Baca juga: Habib Bahar Kembali Ditangkap karena Melanggar Ketentuan Assimilasi 

Novel menjelaskan, terkait dengan ceramahnya usai bebas kemarin, yang dianggap jadi pelanggaran program asimilasi, menurut dia, sangat tidak mendasar.

"Beliau dijerat vonis bukan karena ceramah beliau kan. Beliau divonis karena jerat Pasal 333 KUHP tentang perlindungan anak. Dan juga ceramahnya tidak ada ujaran kebencian dan tidak ada yang disebut nama oleh beliau," kata dia.

Ia justru mencurigai, jika penangkapan terhadap Habib Bahar, lebih karena kepentingan politik.

"Ini hanya diduga ada kepentingan politik, dimana kekuasaan sekarang sudah banyak sorotan karna berbagai macam krisis multi dimensi," ucap dia.

 Baca juga: Habib Bahar Kembali Ditangkap, Kuasa Hukum: Saya Masih Menuju Lapas 

Seperti diketahui, Bahar bin Smith yang lebih dikenal Habib Bahar, kembali harus mendekam di jeruji besi, karena melanggar ketentuan asimilasi. Bahar pun diketahui, diamankan di pondok pesantrennya di wilayah Bogor, dini hari tadi, Selasa (19/5/2020).

"Ya yang bersangkutan dikembalikan ke lapas Gunung Sindur. Saat diamankan, dia di jemput petugas bapas dan kalapas didampingi petugas kepolisian Bogor," kata Kadiv Pas Kemenkumham Jabar, Abdul Haris, saat dikonfirmasi via pesan singkat.

 Baca juga: PA 212: Habib Bahar Kembali Ditahan di Lapas Gunung Sindur 

Aris mengatakan, Bahar diamankan kembali kembali karena melanggar ketentuan assimilasi. Namun saat disinggung, apa pelanggarannya, Aris tidak menjelaskan hal tersebut.

"Program assimilasinya dicabut karena melanggar ketentuan assimilasi," jelas Aris.

Aris mengatakan, Bahar akan kembali menjalani masa tahanannya. Padahal sebelumnya, Bahar bin Smith baru bebas dari Lapas Pondok Rajeg, setelah majelis hakim sendiri memvonis Bahar hukuman 3 tahun penjara atas perbuatannya menganiaya dua remaja Cahya Abdul Jabar dan Muhammad Khoerul Aumam Al Mudzaqi alias Zaki.

Bahar mendapatkan program asimilasi dari Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkum HAM). Bahar bebas dari Pondok Rajeg, pada Sabtu (16/5/2020).

"(Proses penahanan lanjutannya, satu tahun lima bulan lagi," ucap dia. (wal)

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

(wdi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini