Demo di Hong Kong Meningkat, Xi Jinping Desak Militer China Bersiap Menghadapi Pertempuran

Rachmat Fahzry, Okezone · Kamis 28 Mei 2020 11:48 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 28 18 2220821 demo-di-hong-kong-meningkat-xi-jinping-desak-militer-china-bersiap-menghadapi-pertempuran-5WOKpnC99g.jpg Presiden China Xi Jinping. (Foto/Kemlu China)

BEIJING - Presiden Cina Xi Jinping mendesak pasukannya untuk meningkatkan kesiapan di tengan meningkatnya demonstrasi warga Hong Kong yang memprotes usulan Rancangan Undang-Undang Keamanan Nasional.

Presiden Xi pada Selasa, 26 Mei dalam rapat Kongres Rakyat Nasional (NPC) mengatakan kepada para perwira militer China, bahwa militer harus mengeksplorasi cara-cara pelatihan dan meningkatkan persiapan.

"Penting untuk mengeksplorasi cara-cara pelatihan dan persiapan perang karena upaya pengendalian epidemi telah dinormalisasi," kata Xi seperti dikutip oleh kantor berita Xinhua, menyitir South China Morning Post, Kamis (28/5/2020) .

Xi menambahkan perlunya meningkatkan persiapan untuk pertempuran bersenjata dan meningkatkan kemampuan militer untuk melakukan sebuah misi.

Ia juga memerintahkan agar militer memikirkan skenario terburuk, meningkatkan pelatihan dan kesiapsiagaan pertempuran, segera dan efektif menangani segala macam situasi kompleks. “Dan secara tegas menjaga kedaulatan nasional, keamanan dan kepentingan pembangunan," menurut Xinhua.

Foto/Asia Times

China sebelumnya telah mengumumkan kenaikan belanja 6,6% untuk anggaran pertahanan nasionalnya.

Menurut SCMP, juru bicara kementerian pertahanan China Wu Qian mengatakan bahwa peningkatan anggaran China untuk adalah peningkatan keamanan nasional.

"Situasi melawan separatisme semakin suram," kata Wu kepada wartawan, Selasa. "Kita harus membuat perhitungan ekonomi tetapi di atas itu kita harus membuat perhitungan keamanan ketika kita mempertimbangkan pengeluaran militer."

RUU Keamanan akan ditetapkan dalam pemungutan suara minggu ini dan dapat berlaku pada akhir Juni. Para pedemo menilai undang-undang ini adalah upaya langsung untuk membatasi kebebasan Hong Kong.

Polisi Hong Kong telah menangkap ratusan orang di tengah kerusuhan anti-China daratan yang berlangsung.

Aktivis pro-demokrasi Hong Kong Joshua Wong meminta para pemimpin AS, Eropa dan Asia mempertimbangkan kembali status perdagangan khusus Hong Kong jika Beijing memberlakukan undang-undang keamanan.

"Begitu undang-undang itu diterapkan, Hong Kong akan berasimilasi dengan rezim otoriter China, baik dalam hal supremasi hukum dan perlindungan hak asasi manusia," kata Wong.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini