Rumah Tempat Kelahiran Hitler Akan "Dinetralkan" dan Diubah Jadi Kantor Polisi

Rahman Asmardika, Okezone · Rabu 03 Juni 2020 14:13 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 03 18 2223892 rumah-tempat-kelahiran-hitler-akan-dinetralkan-dan-diubah-jadi-kantor-polisi-L3P7vEY8gS.jpg Rumah tempat kelahiran Hitler. (Foto: BBC)

WINA – Pemerintah Austria telah meluncurkan rencana untuk "menetralisir" bangunan tempat kelahiran diktator Nazi Jerman, Adolf Hitler, dengan mengubahnya menjadi kantor polisi. Pemerintah membeli bangunan di bawah perintah pembelian wajib pada 2016 setelah melalui perselisihan yang panjang.

Pada November 2019, pejabat Austria mengumumkan akan mengubah rumah itu menjadi kantor polisi.

Sekarang sebuah perusahaan arsitektur Austria akan melakukan perubahan yang dirancang agar situs yang terletak di Braunau di perbatasan Austria dengan Jerman itu, tidak menarik neo-Nazi.

"Babak baru akan dibuka untuk masa depan dari rumah kelahiran seorang diktator dan pembunuh massal," kata Menteri Dalam Negeri Austria Karl Nehammer kepada wartawan pada Selasa (2/6/2020) sebagaimana dilansir BBC.

Perusahaan pemenang tender itu, Marte.Marte, dipilih dari antara 12 kandidat mengajukan rencana yang akan mengubah fasad bangunan secara kosmetik dan memberinya atap baru. Pekerjaan diharapkan akan selesai pada tahun 2023 dan akan menelan biaya sekitar €5 juta (sekira Rp79,5 miliar).

"Netralisasi seluruh lokasi ini pada akhirnya menjadi jantung dari hasil ini," kata pejabat kementerian dalam negeri Hermann Feiner kepada wartawan.

Sebuah batu di luar rumah yang bertuliskan "Fasisme tidak pernah lagi" akan dipindahkan ke museum di Ibu Kota Wina. Namun seorang sejarawan setempat mengatakan kepada BBC bahwa sangat penting bahwa batu itu harus tetap di Braunau.

Hitler sendiri hampir tidak menghabiskan waktu di properti tersebut. Dia dilahirkan di sebuah apartemen di gedung abad ke-17 pada tahun 1889, tetapi keluarganya pergi beberapa minggu kemudian untuk alamat lain di daerah itu, dan meninggalkan kota secara permanen ketika Hitler berusia tiga tahun.

Neo-Nazi telah melakukan perjalanan ke situs tersebut, dan pihak berwenang ingin memastikan itu tidak menarik orang lain di masa depan.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini