Polisi Tangkap DPO Kasus Gudang Sabu dan Ekstasi Cikarang

Robert Fernando H Siregar, Okezone · Rabu 10 Juni 2020 04:42 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 10 608 2227283 polisi-tangkap-dpo-kasus-gudang-sabu-dan-ekstasi-cikarang-RsJGGVi3R8.jpeg Polisi tangkap dua DPO kasus Gudang Narkoba di Cikarang (Foto : Okezone.com/Robert)

TAPANULI UTARA - Kepolisian Resort Tapanuli Utara (Taput), Provinsi Sumatera Utara, menangkap dua orang daftar pencarian orang (DPO) Badan Narkotika Nasional (BNN) atas kasus pengungkapan BBN terhadap gudang sabu dan ekstasi di Cikarang Jawa Barat pada Kamis 28 Mei 2020.

Dalam penggerebekan tersebut, BNN mengamankan 100 Kg sabu dan 160 pil ekstasi.

Kepala Kepolisian Resort Taput, AKBP Jonner MH Samosir SIK menerangkan, kedua DPO yang ditangkap itu atas nama Muhammad Kairul Azmi (29) dan Muslim (45), keduanya penduduk Desa Tanjung Meuyee, Kecamatan Tanah Jambo Ayee, Kabupaten Aceh Utara.

"Kedua DPO itu ditangkap Minggu 7 Juni 2020, sekira Pukul 13.00 WIB, di Desa Pansurnapitu, Kecamatan Siatas Barita Taput. Awalnya, tim Opsnal Polres Taput mendapat informasi, adanya dua laki-laki yang dicurigai oleh warga di wilayah Kecamatan Siatas Barita Taput. Tim Opsnal melakukan pengecekan dan menginterogasi kedua laki-laki tersebut. Dan mereka mengaku bahwa gudang beras tempat mereka bekerja telah digerebek oleh BNN Pusat,"ujar AKBP Jonner MH Samosir dalam press release, Rabu (10/6/2020).

Jonner menjelaskan, kedua laki-laki itu mengaku mereka disuruh bosnya bernama Faisal untuk menjemput mobil L300 box di depan Rumah Sakit Mitra Keluarga. Lalu kedua mereka kembali ke gudang di Cikarang Baru Bekasi Utara. Setelah itu, sang bos menelpon dari Malaysia, agar mereka memuat mobil tersebut dengan 32 karung beras serta 66 bungkus sabu yang diselipkan ke dalam masing-masing karung beras tersebut.

"Dan mereka disuruh mengantar ke depan Rumah Sakit Mitra Keluarga dan meninggalkan mobil itu beserta kunci mobil. Setelah mengantar mobil, mereka berjalan kaki menjauh dari mobil tersebut. Lalu mereka kembali ke gudang dengan berjalan kaki, namun sesampai di gudang, mereka melihat gudang dibuka paksa oleh petugas BNN dan ada anjing pelacak serta petugas bersenjata,"ungkap AKBP Jonner.

Melihat hal itu, mereka melarikan diri dan akhirnya tertangkap di wilayah hukum Polres Taput. Mereka mengaku, telah dua kali mengantar narkotika jenis sabu. Di mana sebelumnya, sekira bulan April 2020, mereka mengantar sabu ke depan Sujuya di Cikarang Utara, sebanyak 55 bungkus atau 55 kilogram sabu.

"Setelah melakukan interogasi kepada kedua laki-laki itu dan dari hasil koordinasi dengan BNN Pusat, bahwa benar kedua laki-laki yang ditangkap oleh Polres Taput adalah merupakan DPO atas pengungkapan BNN terhadap gudang sabu dan extasi di Cikarang Jawa Barat pada Kamis 28 Mei 2020,"jelas AKBP Jonner.

Baca Juga : BNN Gerebek Gudang Narkoba di Cikarang, 100 Kg Sabu dan 160 Ribu Pil Ekstasi Disita

Dari kedua DPO itu, sebut AKBP Jonner MH Samosir, diamankan barang bukti KTP palsu atas nama Haris Munandar, namun nama aslinya Muhammad Khairul Azmi. Kartu BPJS dan SIM C atas nama Muslim. Surat Rapid Tes yang diduga palsu atas nama Romi Sadana dan Haris Munandar. 1 buah domper berwarna hitam. 1 buah buku Hikayat Nabi Muhammad. Uang sebesar Rp 2,1 juta. 1 unit motor honda beat (dibeli dari hasil upah yang dikirim bosnya Faisal dari Malaysia. 1 buah STNK dan BPKB.

Pantauan Okezone, Rabu dini hari, dengan pengawalan ketat oleh petugas bersenjata laras panjang, kedua DPO itu diberangkatkan oleh Kapolres Taput AKBP Jonner MH Samosir dari halaman Mapolres Taput menuju ke Polda Sumatera Utara di Medan untuk diserahkan ke pihak BNN Pusat.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini