Unik! Berdandan Ala Petani Cantik, Emak-Emak Bagikan Sayuran Gratis

Taufik Budi, Okezone · Selasa 16 Juni 2020 10:49 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 16 512 2230789 unik-berdandan-ala-petani-cantik-emak-emak-bagikan-sayuran-gratis-tRibMFc3ns.jpg Emak-emak bagikan bantuan secara unik. Foto: Taufik Budi-Okezone

SEMARANG - Dandanan ibu-ibu ini terbilang nyentrik. Mereka mengenakan pakaian kain lurik dengan desain kebaya. Sementara bagian bawah kain jarik batik, bukan dililit membungkus kaki namun dibuat celana agar leluasa bergerak.

Dandanan ala petani tempo dulu itu makin sempurna dengan caping di kepala. Bahkan mereka juga melengkapi diri dengan dunak bak berbahan bambu yang biasa digendong untuk membawa aneka hasil panen.

Emak-emak ini tampak cantik dengan pakaian ala petani. Masing-masing membawa dunak berisi sayuran dan lauk pauk. Seikat sawi, telur, tempe, dan beras menjadi isi setiap dunak.

Terdapat 150 paket sayuran beserta lauk pauk yang dibawa untuk dibagikan di Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Tugu, Kota Semarang. Diperlukan mobil pikap untuk mengangkut bantuan sosial secara gratis itu.

"Ini kita memberikan bantuan kepada warga di sini, karena mereka juga ternyata menjadi korban rob. Banjir rob akhir-akhir ini merendam permukiman mereka," kata seorang dermawan, Lili Mustaqim, ketika menjelaskan penyaluran bantuan yang dikemas secara unik tersebut, Selasa (16/6/2020).

Baca Juga: Unik, Pohon Pisang Ini Memiliki "Seribu" Buah 

Dia mengaku bantun sosial itu sebagai bentuk respons atas musibah banjir rob. Terlebih, saat ini banyak masyarakat yang tak bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari akibat pandemi Covid-19.

"Ya kita prihatin dengan bencana rob ini. Sekaligus kita membantu warga ini juga karena masa pandemi. Banyak warga yang kesulitan memenuhi kebutuhan dapur. Makanya hari ini kita bawa sembako termasuk sayuran dan lauknya," terang perempuan berparas cantik itu.

 

Menurutnya, bantuan sosial itu merupakan sumbangan dari beberapa warga yang terketuk hatinya akibat pandemi Covid-19. Penyakit yang diduga berasal dari Wuhan-China tersebut tak hanya berdampak pada kesehatan tapi juga melumpuhkan ekonomi warga.

"Kegiatan ini sudah yang kesekian kalinya kita gelar. Nanti kita lanjutkan lagi sembari menunggu donatur lagi," imbuh dia.

Baca Juga: Geger Pohon Tua Berbentuk Ayam, Kok Bisa? 

"Kalau kali ini kan kita mendapat kabar jika beberapa pasar tutup, padahal petani ini biasa memasok sayuran ke sana. Makanya kita tergerak untuk membeli lalu kita bagikan kepada warga. Jadi kita sekaligus membantu para petaninya," pungkas dia.

(abp)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini