Kim Jong-un Batalkan Aksi Militer Korut Terhadap Korsel

Rahman Asmardika, Okezone · Rabu 24 Juni 2020 08:42 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 24 18 2235367 kim-jong-un-tangguhkan-aksi-militer-korut-terhadap-korsel-SOM8oxkkJJ.jpg Presiden Korea Selatan Moon Jae-in berjalan bersama Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un. (Foto: KCNA)

SEOUL - Korea Utara telah menangguhkan rencananya menggelar "aksi militer" terhadap Korea Selatan. Berdasarkan laporan media pemerintah, keputusan itu diambil dalam sebuah pertemuan yang dipimpin oleh Kim Jong-un.

Menyusul ketegangan antara kedua negara terkait pengiriman balon-balon berisi selebaran propaganda melewati perbatasan dalam beberapa pekan terakhir, Korea Utara mengancam akan mengirim pasukan ke zona demiliterisasi (DMZ) yang memisahkan wilayahnya dengan Korea Selatan.

BACA JUGA: Semenanjung Korea Tegang, Pasukan Korut Siapkan Rencana Masuki Zona Demiliterisasi

Korea Utara juga telah meledakkan gedung penghubung bersama, yang menjadi jalur komunikasi antar Korea, dan menyebutnya “tidak berguna”.

Namun, nada pertemuan yang digelar di Korea Utara pada Selasa (23/6/2020) nampaknya mengindikasikan penurunan retorika yang bermusuhan, demikian diwartakan BBC. Kantor berita Korea Utara, KCNA melaporkan bahwa pertemuan itu juga membahas dokumen-dokumen langkah-langkah untuk semakin memperkuat pencegah perang Korea Utara.

Dalam pertemuan tersebut, Komisi Militer Pusat Korea Utara memutuskan untuk menangguhkan aksi militer terhadap Selatan, setelah mempertimbangkan situasi yang secara umum.

BACA JUGA: Korut Ledakkan Kantor Penghubung Komunikasi dengan Korsel

Sebelumnya, Kim Yo-jong, adik perempuan Kim Jong-un, telah memerintahkan tentara Korea Utara untuk mempersiapkan aksi militer lebih dari sepekan lalu. Dia menyatakan bahwa mereka akan "secara tegas melakukan tindakan selanjutnya" karena Seoul gagal menghentikan para aktivis yang mengirim aktivis selebaran anti-rezim dengan balon-balon melintasi perbatasan.

Pada Selasa, Korea Utara juga dilaporkan telah memasang kembali pengeras-pengeras suara propaganda di perbatasan, yang merupakan langkah menjauhi “tindakan-tindakan bermusuhan” yang disepakati dalam perjanjian pada 2018.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini