Teror Kota karena Kelaparan, Ratusan Kera di Thailand Dikebiri Massal

Rahman Asmardika, Okezone · Rabu 24 Juni 2020 19:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 24 18 2235691 teror-kota-karena-kelaparan-ratusan-kera-di-thailand-dikebiri-massal-LSX51ddxiG.jpg Foto: Reuters.

BANGKOK - Kota di Thailand mulai mengebiri ratusan kera setelah pandemic virus corona membuat mereka kelaparan, agresif dan merebut makanan dari penduduk yang ketakutan.

Provinsi Lopburi dan 2.000 keranya telah lama menjadi daya tarik bagi wisatawan dari seluruh dunia, yang biasanya memberi mereka makan dan berpose bersama untuk berswafoto.

Namun, karena wabah virus corona, Thailand menutup perbatasannya sejak 4 April untuk mengendalikan infeksi, yang berarti tidak ada lagi wisatawan yang datang dan member kera-kera itu makanan. Mereka juga tidak bisa beradaptasi dengan keadaan baru tersebut sehingga mencari menyebabkan kekacauan dan ketakutan di antara warga.

Akibatnya, otoritas Lopburi telah mulai menangkap, membius dan mengebiri sekira 500 kera dengan harapan memperlambat pertumbuhan populasi mereka.

BACA JUGA: Pariwisata Sepi karena COVID-19 Picu Perang Antar Geng Monyet di Kota Thailand

"Mereka sudah terbiasa meminta turis memberi makan mereka dan kota tidak menyediakan ruang bagi mereka untuk berjuang sendiri," kata Supakarn Kaewchot, seorang dokter hewan pemerintah.

"Dengan hilangnya turis, mereka menjadi lebih agresif, memerangi manusia demi makanan untuk bertahan hidup," katanya kepada Reuters.

"Mereka menyerang bangunan dan memaksa penduduk setempat meninggalkan rumah mereka."

Kera-kera yang tinggal di daerah kuil dilaporkan pergi ke kota untuk mencari makanan, yang kemudian menyebabkan perkelahian dengan kawanan kera di kota.

Foto: Reuters.

“Tidak seperti monyet di alam liar, monyet kota tidak perlu berburu makanan, memberi mereka lebih banyak waktu dan energi untuk bereproduksi dan menyebabkan masalah,” kata Supakarn.

Untuk mencoba mengendalikan populasi mereka yang tumbuh cepat, otoritas minggu ini menempatkan kandang besar di sekitar kota dengan buah-buahan yang menggoda.

Dari kandang, monyet dipindahkan ke meja operasi, di mana mereka dibius, dicukur dan ditato dengan nomor referensi unik di bawah lengan mereka.

Kera-kera itu berbaring telentang di bawah kain hijau saat dokter hewan melakukan vasektomi atau operasi ligasi tuba guna mensterilkan mereka.

Pemerintah menargetkan untuk mensterilkan 500 kera selama dua bulan ke depan.

Supakarn mengatakan sterilisasi tidak akan menimbulkan ancaman bagi populasi monyet dan tujuannya hanya untuk memperlambat laju pertumbuhannya di perkotaan.

"Kami tidak melakukan ini di alam liar, hanya di daerah kota," tambahnya.

Kera yang dibius mendapatkan waktu satu malam untuk pulih sebelum dibawa kembali ke kawanannya masing-masing.

Lopburi adalah rumah bagi ribuan monyet liar yang berkeliaran di jalanan dan bangunan. Banyak yang tinggal di tanah kuil Budha kuno kota.

Dilaporkan, kera-kera di kota itu terbagi antara yang tinggal di daerah kuil dan yang tinggal di kota. Dengan wilayah kekuasaan yang terbagi oleh jalur kereta, kedua kelompok kera itu biasanya tidak bertemu.

Tetapi karena berkurangnya makanan dari turis mereka keluar dari wilayahnya dan bertarung dalam sebuah insiden yang difilmkan pada Maret.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini