BNN: Pasokan Narkoba ke Indonesia Tak Berkurang Meski Pandemi Covid-19

Wahyudi Aulia Siregar, Okezone · Selasa 30 Juni 2020 14:59 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 06 30 608 2238840 bnn-pasokan-narkoba-ke-indonesia-tak-berkurang-meski-pandemi-covid-19-1N54bDU5D2.jpg Deputi Pemberantasan BNN, Arman Depari (foto: Okezone.com)

MEDAN - Pasokan narkoba ke Indonesia, tak berkurang meski negeri berpenduduk lebih dari 250 juta jiwa itu tengah dilanda pandemi coronavirus disease (covid-19).

Hal itu dikatakan, Deputi Pemberantasan pada Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia, Irjen Arman Depari di Medan, Sumatera Utara.

"Ini dibuktikan dengan beberapa waktu belakangan ini. Sedemikian banyaknya penangkapan dan penyitaan yang dilakukan aparat terkait, baik kepolisian, Bea Cukai, Angkatan Laut, dan unsur-unsur lain, dan tentu saja BNN," kata Irjen Arman.

Banyaknya pasokan dari luar negeri ke Indonesia, kata Arman, memunculkan dugaan permintaan dari masyarakat juga meningkat.

"Artinya kalau pasokan meningkat, (berarti) permintaan meningkat, maka jumlah pemakai dan pecandu juga meningkat," beber Arman.

 Narkoba

Salah satu bukti tingginya frekuensi penyelundupan narkoba ini juga diketahui dari penggagalan upaya peredaran 37 bungkus atau sekitar 40 Kg sabu-sabu yang dilakukan BNN dan Bea Cukai akhir pekan kemarin.

Beberapa hari sebelumnya, sindikat yang sama juga dipergoki polisi dan Bea Cukai membawa 165 Kg sabu-sabu dari Malaysia ke perairan Aceh. Namun mereka membuang narkoba itu ke laut dan tidak ditemukan lagi.

"Dari jarak waktu yang sangat singkat itu bisa kita simpulkan aktivitas sindikat narkoba baik Internasional dan lokal ini tidak pernah berhenti di tengah situasi sulit, karena dunia dan Indonesia dilanda pandemi Covid-19, mereka tetap melaksanakan kegiatannya dan tidak peduli banyaknya korban," tandasnya.

Tingginya angka penyalahgunaan narkoba ini, kata Arman, sudah seharinya harus menjadi perhatian semua pihak. Apalagi narkoba menjadikan anak muda sebagai sasaran utamanya.

“Kita tidak ingin, bonus demografi yang kita miliki malah menjadi bencana jika generasi penerus menjadi pencandu narkoba,” pungkas Arman.

(wal)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini