Polisi Sebut Kerusuhan Madina karena Ulah Massa Perusuh

Fakhrizal Fakhri , Okezone · Selasa 30 Juni 2020 18:30 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 06 30 608 2238946 polisi-sebut-kerusuhan-madina-karena-ulah-massa-perusuh-B1fPRq7End.jpg Foto Ilustrasi shutterstock

JAKARTA - Kapolres Mandailing Natal (Madina), AKBP Horas Tua Silalahi menyebut kerusuhan yang berlangsung di Desa Mompang Julu, Kecamatan Penyambungan Utara, Mandailing Natal, Sumatera Utara, lantaran adanya ulah sekolompok massa perusuh.

Horas mengatakan, massa yang meminta kepala desa untuk turun dari jabatannya karena tidak transparan dalam pembagian BLT dampak Covid-19 berasal dari perempuan, lansia, hingga ibu-ibu yang membawa anak.

"Kami bentrok itu bukan karena tindakan kami. Pada saat itu pukul 17.00 WIB kami minta mereka bisa digeser ke pinggir jalan, tapi ada sekelompok massa perusuh yang melempar batu dari kami," kata Horas dalam tayangan iNews Sore, Selasa (30/6/2020).

 Baca juga: Ricuh Demo Pembagian Bansos di Madina, Bupati: Ada yang Menunggangi

Massa diketahui memblokade jalan lintas Sumatera (Jalinsum) Pantai Barat. Mereka juga melempari batu kepada polisi yang mengamankan jalannya demonstrasi.

Bahkan, mobil Wakapolres Madina AKBP Elizama Zalukhu menjadi sasaran warga dengan dibakar saat Wakapolres hendak melakukan negoisasi.

 Baca juga: 6 Polisi Terluka Dalam Kericuhan Pembagian Bansos di Madina

Horas mengatakan, pihaknya hanya melakukan upaya komunikasi persuasif dengan melibatkan tokoh masyarakat dan tokoh agama. Saat ini, lanjut dia, belum ada pelaku yang ditangkap terkait kerusuhan tersebut.

"Sekda sampaikan bahwa dalam pemecatan kepala desa ada prsedurnya dan akan dijawab dalan 3 hari. Langkah persuasif juga terus dilakukan. Tapi komunikasi mengalami kebuntuhan karena massa mau jawaban saat itu juga," tandasnya.

(wal)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini