Foto-Foto Menghina Istri Kim Jong-un Picu Kemarahan Korut pada Korsel

Rahman Asmardika, Okezone · Rabu 01 Juli 2020 11:55 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 01 18 2239354 foto-foto-menghina-istri-kim-jong-un-picu-kemarahan-korut-pada-korsel-aNIewn0jxg.jpg Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un dan istrinya, Ri Sol Ju. (Foto: Reuters)

MOSKOW - Kemarahan Korea Utara atas selebaran anti-Pyongyang diluncurkan dari Korea Selatan tampaknya didorong oleh penggambaran istri dari Kim Jong-un yang "kotor” dan “menghina". Hal itu diungkapkan oleh Duta Besar Rusia untuk Korea Utara.

Pyongyang mengirimkan kecaman keras dan ancaman terhadap Seoul terkait selebaran anti Korea Utara yang dikirim para pembelot dengan balon-balon atau botol melintasi perbatasan. Tindakan para pembelot itu telah lama menjadi sumber masalah antara kedua Korea, namun kali ini, Pyongyang meningkatkan tekanannya dengan meledakkan kantor penghubung dan mengancam langkah-langkah militer.

BACA JUGA: Korut Ledakkan Kantor Penghubung Komunikasi dengan Korsel

Menurut Duta Besar Rusia untuk Korea Utara, Alexander Matsegora, salah satu peluncuran balon propaganda terbaru, pada 31 Mei, yang menyertakan foto provokatif Ibu Negara Korea Utara Ri Sol Ju telah memicu "kemarahan serius" di Pyongyang.

Rusia adalah sekutu kunci Korea Utara dan Matsegora adalah salah satu duta besar yang paling lama bertugas di Pyongyang.

"Selebaran itu berisi propaganda kotor dan menghina, yang ditujukan khusus untuk pasangan pemimpin itu (Kim Jong-un)," kata Matsegora kepada kantor berita TASS Rusia.

Gambar-gambar itu difoto "dengan cara tingkat rendah", tambahnya, dan menjadi hal yang akhirnya memicu kemarahan besar Korea Utara.

Hubungan antar-Korea telah terhenti sejak gagalnya KTT antara Kim Jong-un dan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump awal tahun lalu.

Matsegora juga menepis spekulasi bahwa adik perempuan Kim sedang dilatih sebagai pemimpin Korea Utara berikutnya.

Sejak awal Juni, Kim Yo Jong, penasihat utama kakaknya, telah menjadi wajah sikap Pyongyang yang sangat agresif terhadap Korea Selatan atas pengiriman selebaran-selebaran propaganda itu.

BACA JUGA: Kim Jong-un Batalkan Aksi Militer Korut Terhadap Korsel

Terlepas dari "pengalaman politik dan kebijakan luar negeri" yang serius, Matsegora mengatakan Kim Yo Jong "agak terlalu muda".

"Sama sekali tidak ada alasan untuk mengatakan bahwa dia sedang dilatih" untuk mengambil alih kepmimpinan, kata Matsegora.

"Tidak ada yang berani menyebut diri mereka nomor dua di negara ini," tambahnya.

"Aku pikir jika kamu bertanya pada kawan Kim Yo Jong apakah dia nomor dua, dia akan menjawab dengan tegas 'tidak'."

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini