Catat Rekor, Polisi Italia Sita 15 Ton Kiriman Narkoba ISIS Senilai Rp16 Triliun

Rahman Asmardika, Okezone · Kamis 02 Juli 2020 11:48 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 02 18 2239951 catat-rekor-polisi-italia-sita-15-ton-kiriman-narkoba-isis-senilai-rp16-triliun-leaxM8zE5q.jpg Foto: Twitter/Guardia di Finanza.

ROMA - Pihak berwenang Italia baru-baru ini menyita sekira 15 ton amphetamine captagon dalam salah satu sebuah pengungkapan terbesar di dunia. Obat-obatan sintetis yang diduga milik kelompok militan Negara Islam (IS) itu disita dari sebuah kapal yang diyakini sedang alam perjalanan untuk memasok pasar gelap di Eropa.

"Kami tahu bahwa (Daesh) membiayai kegiatan terorisnya terutama dengan perdagangan narkoba yang dilakukan di Suriah, yang dalam beberapa tahun terakhir telah menjadi produsen amphetamine terbesar di dunia," kata polisi Italia pada Rabu (1/7/2020), seperti dilansir CBS News, menggunakan nama sebuta untuk IS, atau ISIS.

Berdasarkan keterangan polisi militer Italia, Guardia di Finanza, diperkirakan 84 juta tablet disita setelah pihak berwenang mencurigai tiga kontainer yang diperkirakan akan tiba di Pelabuhan Salerno, sekira 32 mil selatan Napoli, Italia. Obat-obatan itu diperkirakan bernilai sekira USD1,12 miliar (sekira Rp16 triliun).

Dalam pernyataannya, Guardia di Finanza mengatakan bahwa penyitaan luar biasa itu merupakan yang terbesar dari penyitaan obat-obatan sejenis yang tercatat selama ini.

Pihak berwenang mencatat bahwa amphetamine yang dimaksud datang dalam bentuk tablet captagon, obat yang biasa digunakan oleh Daesh karena memberi pengguna delusi keagungan yang menghambat rasa takut dan sakit.

Kejadian itu terjadi dua pekan setelah sekelompok teroris yang didukung asing dilaporkan ditangkap selama operasi Tentara Suriah dan otoritas lokal di pedesaan dekat Damaskus. Berdasarkan laporan Sputnik, dalam penyitaan itu ditemukan puluhan senjata dari senapan hingga rudal antitank, dan lebih dari 100 kantong besar narkotika, yang diyakini sebagai tablet captagon..

Kapal itu tiba di Yunani dari Suriah sebelum menuju ke China untuk menghindari kecurigaan sebelum obat-obatan itu dijual di Timur Tengah.

CBS News melaporkan, captagon pertama kali dikembangkan oleh para ilmuwan untuk mengobati depresi, hiperaktif, dan gangguan lain pada 1960-an, tetapi sejak itu telah dilarang di seluruh dunia karena sifatnya yang membuat kecanduan.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini