LAMPUNG – Tim Traffic Accident Analysis Direktorat Lalu Lintas Polda Lampung melakukan olah TKP di lokasi jatuhnya Bus Permata Hati yang mengangkut belasan pelajar asal Metro ke jurang di jalur arah Pantai Minang Rua Bakauheni, Lampung Selatan. Namun hingga saat ini bangkai bus tersebut belum dapat di evakuasi.
Dari hasil olah tkp petugas belum dapat menyimpulkan secara pasti penyebab terjadinya kecelakaan bus yang bernomor polisi BE 2694 GG itu.
Kasat Lantas Polres Lampung Selatan, AKP Agustinus Rinto mengatakan, dalam peristiwa tersebut 19 orang menjadi korban, dan satu orang meninggal dunia atas nama Alwi (17) yang saat ini sudah dimakamkan keluarga.
“Korban luka berat dan ringan masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Bob Bazar Kalianda,” kata Agustinus, Kamis (2/7/2020).

Sampai saat ini, kata Agus, bangkai bus belum dapat di evakuasi dari dasar jurang karena petugas masih menunggu pemilik bus tersebut yang tak lain adalah sang sopir yang pada kejadian tersebut mengalami luka yang cukup serius.
Untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan kembali, polisi akan memasang marka jalan agar pengendara dapat berhati-hati saat melewati jalur tersebut mengingat jalur tersebut merupakan jalur wisata ke Pantai Minang Rua.
Diketahui, dilihat dari kondisi badan bus yang ringsek dan nyaris hancur, sebelum terperosok kedalam jurang bus menghantam beberapa batang pohon dan tiang listrik, di tambah medan jalan yang cukup terjal sehingga sang sopir tak mampu menahan laju kendaraan.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.