258 Desa di Provinsi Jambi Rawan Bencana Karhutla

Azhari Sultan, Okezone · Minggu 05 Juli 2020 19:23 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 05 340 2241560 258-desa-di-provinsi-jambi-rawan-bencana-karhutla-EOV7hBTduy.jpg Ilustrasi

JAMBI - Gubernur Jambi Fachrori Umar mengungkapkan di wilayahnya terdapat 258 desa rawan bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Data tersebut berdasarkan kejadian karhutla sepanjang tahun 2015–2019.

"Desa rawan bencana karhutla tersebut, tersebar disejumlah kabupaten di Provinsi Jambi, seperti di Kabupaten Muarojambi, Tanjungjabung Barat, Tanjungjabung Timur, Batang Hari, Sarolangun, Merangin, Tebo, dan Bungo," ungkapnya, Minggu (5/7/2020).

Ia berharap, seluruh pihak sebisa mungkin mencegah terjadinya karhutla di tahun ini. "Namun, kalaupun terjadi karhutla, agar secepat mungkin bisa dipadamkan, tidak sampai menjadi kebakaran besar," tuturnya.

Diakui Fachrori, dalam menanggulangi bencana karhutla di Provinsi Jambi pihaknya mendapatkan dukungan dari semua pihak. "Di antara dukungan tersebut, dukungan sumber daya manusia (SDM) yang terdiri dari 1 SSY (360) orang prajurit TNI, 1.427 orang prajurit Polri, 285 orang personil Manggala Agni, 172 orang Brigdalkarhutla di setiap UPTD dan UPTD Tahura," tuturnya.

"Kemudian 398 orang TRC BPBD se-Provinsi Jambi, 300 orang Masyarakat Peduli Api, 475 orang Masyarakat Destana Bentukan BNPB/BPBD (19 desa), serta personil dari perusahaan di bidang kehutanan/perkebunan 771 orang Regu Inti dan 1.556 Regu bantuan. Jadi total seluruhnya 5.744 orang," imbuhnya.

Baca Juga : KM Kasih 25 Tenggelam, 2 Korban Ditemukan Tewas Tersangkut Tali Pukat

Baca Juga : Pemerintah Akui Angka Kematian Covid-19 Indonesia Relatif Lebih Tinggi dari Rata-Rata Dunia

Sebelumnya, dirinya telah mengeluarkan Surat Keputusan Gubernur Jambi Nomor 0532/Kep.Gub/BPBD-3/2020 tentang Penetapan Status Siaga Darurat Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan di Provinsi Jambi Tahun 2020, yang berlangsung selama 90 hari, yakni sejak 29 Juni sampai 26 September 2020.

Selanjutnya, dia menegaskan, bahwa Pemerintah Provinsi Jambi siap bersinergi dengan TNI dan Polri, Pemerintah Kabupaten/Kota se Provinsi Jambi, serta dengan seluruh instansi terkait dan pemangku kepentingan untuk mencegah dan mengendalikan karhutla di Provinsi Jambi.

"Semua pihak sepakat agar kondisi karhutla di Provinsi Jambi dengan kabut asap tahun 2019 tidak terjadi tahun ini dan seterusnya, namun harus benar-benar berkurang besar-besaran," tukas Fachrori.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini