Warga Buang Sampah Sembarangan, Kepala Desa Ini Letakkan Peti Mati

Subhan Sabu, Okezone · Senin 06 Juli 2020 21:29 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 06 340 2242100 warga-buang-sampah-sembarangan-kepala-desa-ini-letakkan-peti-mati-CHCeYuc1HE.jpg Foto: Okezone.com/Subhan Sabu

MANADO - Bagi yang sering melewati ruas jalan Manado-Bitung, tumpukan sampah di pinggiran jalan wilayah Kecamatan Kalawat dan Kecamatan Airmadidi, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara sudah menjadi pemandangan sehari-hari.

Tumpukan sampah di pinggir jalan tersebut sudah banyak sekali, dan sangat memprihatinkan, pertanda masih banyak warga yang tidak mengerti tentang kebersihan dan kelestarian lingkungan hidup.

Pemerintah Desa Watutumou II, Kecamatan Kalawat sudah berupaya agar lingkungannya bersih setiap hari, namun tetap masih saja ada yang buang sampah sembarangan.

Salah satu cara yang dilakukan yakni dengan membuat Peraturan Desa Nomor 3 tahun 2019 tentang kebersihan, keindahan dan kesehatan lingkungan, yang mengatur dan membuat sanksi serta larangan bagi orang untuk tidak membuat sampah sembarangan.

"Sanksinya berupa denda Rp100 ribu bagi warga Watutumou II yang buang sampah sembarangan tempat, dan Rp500 ribu bagi orang luar desa," ujar Kepala Desa Watutumou II Defli A Bawanda kepada Okezone, Senin (6/7/2020).

 Sampah

Selain itu juga, bersama dengan TNI-Polri melakukan penjagaan setiap hari selama 1x24 jam di lokasi yang sering dijadikan tempat orang membuang sampah sembarangan. Hasilnya terjaring, sekira 30 orang yang bukan berasal dari warga Watutumou II, melainkan warga dari luar Desa.

Namun sayangnya, saat pemerintah desa berhenti melakukan penjagaan, masih banyak warga yang kembali membuang sampah sembarangan.

"Ketika tempat tersebut tidak dijaga, adalagi orang yang buang sampah disitu, sehingga timbul ide dari kami pemerintah desa untuk meletakkan peti mati disitu, dengan tulisan Kami berduka cita atas matinya hati nurani dari sebagian orang terhadap kebersihan dan pelestarian lingkungan hidup," sambungnya.

Peletakan peti mati tersebut, menurut Kepala desa tidak bermaksud apa-apa selain menggugah orang-orang yang buang sampah disembarang tempat.

"Agar supaya mereka boleh menyadari bahwa kebersihan itu penting, kebersihan itu adalah sebagian dari iman, tentunya sebagai orang beriman marilah kita jaga bersama-sama kebersihan lingkungan kita," pungkasnya.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini