Bawa Pedang di Jalanan, 2 Pemuda Ditangkap

Agregasi Sindonews.com, · Rabu 15 Juli 2020 14:26 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 15 510 2246763 bawa-pedang-di-jalanan-2-pemuda-ditangkap-n3DrvLr0gM.jpg Foto Ilustrasi shutterstock

YOGYAKARTA - Dua remaja warga Yogyakarta, berisnisial A (16) dan E (16) harus beurusan dengan pihak berwajib, setelah ketahuan membawa senjata tajam (Sajam) jenis pedang di Jalan Imogiri Timur, Giwangan, Umbulharjo, Yogyakarta, Senin 6 Juli 2020 dini hari.

Sajam itu diduga untuk digunakan berkelahi. AS dan ED sekarang mendekam di tahanan Mapolsek Umbulharjo, Yogyakarta. Petugas juga mengamankan dua pedang yang dibawa A dan E sebagai barang bukti (BB).

Kapolsek Umbulharjo Yogyakarta, Kompol Achmad Setyo Budiantoro mengatakan terungkapnya kasus ini berawal saat A dan E janjian akan duel, dengan kelompok lain di Jalan Ring Road Selatan tepatnya di sekitar Universitas Ahmad Dahlan.

 Penangkapan

Keduanya memakai motor matik berboncengan ke lokasi. Namun, saat tiba di tempat yang dijanjikan tidak ada orang yang dicarinya.

Mereka kemudian berkeliling sampai di Jalan Imogiri Timur, Giwangan, Umbulharjo. Saat itu ada pengendara yang curiga dengan gerak-gerik keduanya.

Pengendara itu kemudian memeriksa tas yang di bawa A, dan mendapati dua pedang. 1 pedang dengan panjang 80 centimeter (cm) dan 1 pedang dengan panjang 30 cm.

"Pengendara itu lalu teriak klitih-klitih,” kata Achmad Setyo, Rabu (15/7/2020).

Teriakan itu menjadi perhatian warga di sekitar lokasi. Hal ini membuat A dan E panik. E kemudian melarikan diri, sementara A masih di atas motor.

 

Oleh warga A kemudian diamankan dan dilaporkan ke Polsek Umbulharjo. Petugas menindaklanjuti laporan itu dengan mendatangi lokasi dan membawa A ke Mapolsek.

“Dari keterangan A, petugas berhasil mengamankan E di rumahnya, pada pagi harinya,” jelasnya.

A dan E dalam kasus ini jerat dengan undang-undang darurat. Namun karena masih anak-anak mereka tidak ditahan, hanya wajib lapor.

Kedua pelaku kepada petugas mengaku senjata itu untuk jaga-jaga. Sebab ada tantangan dari kelompok lain melalui media sosial.

“Ada tantang itu memutuskan untuk bertemu di lokasi yang telah ditentukan," pungkasnya.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini