Seluruh menu dijual dengan harga terjangkau, yakni di kisaran Rp4.500-Rp10.000 per porsi. Warkop tersebut juga dilengkapi wifi gratis.
Menu Terlaris
Di warkopnya, Renita dibantu ibunya, Endang Setyaningsih, dan tantenya, Nur. Meski berkonsep warkop, menu yang paling laris di tempat Renita bukan kopi, melainkan Nasi Magelangan.
Renita mengatakan usaha membuka warkop ternyata sangat menggiurkan. Setiap harinya, omzet yang diperoleh Renita berkisar Rp200.000-Rp600.000. Melihat prospektif dari usahanya, Renita justru ingin membuka cabang usaha di kawasan pinggiran di waktu mendatang.
"Saya enggak malu buka warkop seperti ini. Kondisinya memang seperti ini [sedang dirumahkan dan sedang cuti sebagai pramugari]. Saya juga anak pertama, jadi harus semangat [dalam bekerja]," kata perempuan yang biasa dipanggil Reni atau Rere itu.
Pramugari cantik itu menceritakan, awal membangun usaha dibutuhkan tenaga ekstra. Dirinya harus membagi peran dengan ibu dan tantenya. Renita kebagian melayani pembeli.
Sedangkan ibu dan tantenya mengurusi pekerjaan yang lebih berat, seperti membikin nasi dan lainnya. Warkop Tikungan milik Renita buka setiap hari mulai pukul 12.00 WIB-01.00 WIB.
"Di awal usaha itu sempat kaget. Mungkin kecapekan juga. Saya sempat masuk angin. Tensi saya sempat rendah. Setelah ke dokter, sembuh. Tapi saya senang usaha seperti ini. Terlebih, setelah mengetahui keuntungannya," katanya.
Lain dari yang Lain
Salah seorang pengunjung di Warkop Tikungan milik Renita, yakni Supriyadi, mengaku sempat menikmati kopi bikinan Renita. Di kesempatan itu, Supriyadi mengaku kopi bikinan pramugari cantik itu lain daripada yang lain.
"Enggak tahu kenapa, rasa kopinya memang beda. Rasanya bisa semriwing," kata Supriyadi.
(Abu Sahma Pane)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.