Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Banjir dan Longsor di Sorong Tewaskan Kakek Sebatang Kara

Chanry Andrew S , Jurnalis-Sabtu, 18 Juli 2020 |04:28 WIB
Banjir dan Longsor di Sorong Tewaskan Kakek Sebatang Kara
ilustrasi
A
A
A

SORONG - Bencana banjir dan tanah longsor melanda hamper seluruh wilayah di Kota Sorong, Papua Barat. Bencana banjir dan tanah longsor ini terjadi diakibatkan intensitas hujan yang tinggi di wilayah itu sejak Kamis (16/7/2020) sore hingga malam hari. Kejadian ini menyebabkan empat warga setempat meninggal dunia. Lima penduduk lainnya mengalami luka-luka.

Salah satu korban meninggal adalah seorang kakek bernama Muhammad Jafar Klibalin (60), warga desa Mapura, kelurahan Klademak III. Dia tewas setelah tertimbun tanah longsor, saat korban berada di dalam rumahnya. Jenazah korban akhirnya dapat di evakuasi pada malam hari oleh penduduk setempat yang tinggal tidak jauh dari rumah korban.

Menurut ketua RT, Alfius Jitmau, bencana tanah longsor di daerah itu terjadi sekitar pukul 10 malam. Alfius dan warga setempat mendapatkan informasi adanya seorang penduduk yang tertimbun tanah longsor. Kakek berusia 60 tahun itu tinggal sebatang kara di rumahnya.

Bersama warga, mereka lalu menolong korban, yang ditemukan sudah tak bernyawa dengan kondisi korban tertindis batang kayu dan tanah yang menghantam rumahnya.

“Jam 10 saya sampai disana (lokasi kejadian) hanya tangan saja yang kelihatan. Korban ditindis oleh tanah dan kayu-kayu yang turun. Akhirnya saya gerakan (minta tolong) masyarakat dan keluarga, anak-anak semua untuk menolong korban. Kami berjuang tengah malam itu, dan akhirnya jenazah korban dapat kami keluarkan dari lokasi kejadian. Lalu kami menaruh jenazah di rumah kerabat disini untuk selanjutnya kami makamkan.”ungkap Alfius Jitmau. Kepada wartawan di lokasi longsor, Jumat (17/7/2020).

Usai ditemukan, jenazah korban lalu di evakuasi ke rumah penduduk setempat untuk disemayamkan. Dan selanjutnya di bawa ke pekuburan untuk di makamkan.

Hingga hari Jumat (17/7/2020) siang, ratusan warga kota Sorong masih bahu membahu membersihkan seluruh jalan raya dan rumah-rumah penduduk yang terendam banjir.

Salah satu wilayah yang masih terendam banjir hingga Jumat pagi berada di kawasan Melati Raya, kilometer sembilan, Kota Sorong, Papua Barat. Sejumlah kendaraan bermotor terlihat berusaha menerobos banjir demi menuju lokasi tempat bekerja.

Sementara pengendara lainnya memilih untuk berhenti dan menepikan kendaraan nya di pinggir jalan yang tidak terendam banjir.

Pasca musibah banjir dan tanah longsor. Pemerintah kota Sorong telah menyiapakan tenda-tenda darurat untuk penduduk yang terkena bencana. Namun sejumlah penduduk banyak yang mengungsi ke tempat yang aman yakni ke keluarga mereka yang tidak terkena banjir. Sebagian lainnya memilih bertahan di rumah mereka yang berlantai dua.

Menurut Rustam, bencana banjir kali ini sangat besar. Banjir kali ini menyebabkan rumah Rustam dimasuki air setinggi pinggang orang dewasa, yang menyebabkan sebagian barang eletronik di rumahnya rusak. Tidak itu saja, usai banjir, banyak sampah berserakan di dalam rumahnya akibat di bawa oleh air banjir.

“Kami tidak mengungsi, kami di lantai dua rumah ini. Bersama kelaurga dan kawan-kawan. Ini baru kali ini kami alami musibah ini, dan sangat besar banjir semalam. Banyak barang kami yang rusak, alat-alat eletronik dan lainnya. Alhamdulillah kami semua selamat.”Ungkap Rustam yang ditemui wartawan saat sedang membersihkan rumahnya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement