Banding Ditolak, Eks Presiden Ekuador Rafael Correa Divonis 8 Tahun Penjara

Rahman Asmardika, Okezone · Selasa 21 Juli 2020 12:35 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 21 18 2249670 banding-ditolak-eks-presiden-ekuador-rafael-correa-divonis-8-tahun-penjara-FXhsXCJhiU.jpg Mantan Presiden Ekuador Rafael Correa. (Foto: Reuters)

QUITO - Pengadilan Nasional Ekuador telah menolak banding yang diajukan oleh mantan presiden Rafael Correa dalam kasus penyuapan dan menegakkan vonis delapan tahun penjara terhadapnya. Correa menyebut tuduhan penyuapan dan vonis tersebut bermotivasi politik.

Correa dan 17 pejabat Ekuador lainnya didakwa dan dihukum in absentia pada April 2020, dengan tuduhan menerima suap dan membelanjakannya untuk kampanye politik. Banding mantan presiden itu dibatalkan pada Senin (20/7/2020) dan dia dijatuhi hukuman delapan tahun penjara.

BACA JUGA: Mantan Presiden Ekuador Divonis 8 Tahun Penjara Atas Tuduhan Korupsi

Bereaksi terhadap vonis tersebut di Twitter, Correa mengatakan putusan pengadilan itu “sudah diperkirakan” sementara menyebut seluruh kasus terhadapnya "konyol." Dia juga mengecam keputusan pengadilan sebagai "salah satu halaman paling gelap" dalam sejarah Ekuador.

Mantan presiden itu telah berulang kali mengklaim tuduhan itu didasarkan pada bukti "penipuan" dan merupakan bagian dari kampanye politik yang diluncurkan oleh lawan-lawannya untuk mencegah dia mencalonkan diri lagi sebagai presiden. Ekuador diperkirakan akan mengadakan pemilihan presiden dan parlemen tahun depan.

Hukuman Correa membuatnya tidak bisa mencalonkan diri untuk jabatan publik selama 25 tahun, demikian diwartakan RT.

BACA JUGA: Presiden Ekuador Buat Website untuk Balas Meme Dirinya

Pada Minggu (19/7/2020) Dewan Pemilihan Nasional Ekuador juga membekukan beberapa partai politik dengan alasan adanya "penyimpangan" dalam proses pendaftaran mereka. Di antara mereka adalah partai Force of Social Commitment (FCS) yang mendukung Correa. Keempat partai diberi waktu sepuluh hari untuk membela diri, dalam proses yang bisa membuat mereka kehilangan hak untuk berpartisipasi dalam pemilihan tahun depan.

Correa memerintah Ekuador dari 2007 hingga 2017, dan dikenal antara lain karena memberikan suaka politik kepada penerbit WikiLeaks, Julian Assange. Dia kemudian pindah ke Belgia dan saat ini menjadi pembawa acara talk show di televisi.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini