Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kurang Fasilitas, Pengungsi Banjir Luwu Utara yang Sakit Dirawat di Teras Rumah Warga

Nasruddin , Jurnalis-Selasa, 21 Juli 2020 |09:03 WIB
Kurang Fasilitas, Pengungsi Banjir Luwu Utara yang Sakit Dirawat di Teras Rumah Warga
Warga di tempat pengungsian seadanya (Foto: iNews/Nasruddin)
A
A
A

PALOPO - Sejumlah pengungsi yang ada di Desa Radda dan Desa Meli, Kecamatan Baebunta Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan sudah mulai alami gejala pusing mual dan muntah, bahkan ada pasien yang harus menjalani operasi ringan akibat infeksi serius di bagian kaki.

Banjir bandang yang melanda wilayah Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan mengakibatkan 38 korban jiwa. Sementara belasan ribu jiwa pengungsi kini masih bertahan di tenda pengungsian dalam kondisi memprihatinkan.

Bahkan tak sedikit dari mereka kini mulai alami gejala pusing, mual muntah akibat dehidrasi, bahkan ada yang alami infeksi serius akibat tertusuk paku saat menyelamatkan diri saat bencana terjadi.

Tim Relawan Public Safety Center Kota Palopo yang berkonsentrasi memberikan pelayanan kesehatan kepada para pengungsi mengaku kewalahan karena kekurangan obat-obatan, bahkan tak memiliki ambulans untuk merujuk pasiennya ke puskesmas dan rumah sakit.

"Kondisi ini membuat para pasien terpaksa dirawat inap di teras rumah warga dengan kondisi seadanya menggunakan velbad sebagi tempat tidur dan terpal sebagai dinding penghalang hujan dan matahari," jelas salah satu relawan medis, Resky.

(Khafid Mardiyansyah)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement