Wartawan Pengkritik Militer Pakistan Diculik Kelompok Misterius di Siang Bolong

Agregasi VOA, · Rabu 22 Juli 2020 13:23 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 22 18 2250283 wartawan-pengkritik-militer-pakistan-diculik-kelompok-misterius-di-siang-bolong-IzhRySmTLg.png Matiullah Jan. (Foto: VOA)

ISLAMABAD – Seorang wartawan Pakistan yang dikenal karena kritik-kritiknya yang tajam terhadap militer dan partai berkuasa diculik di Ibu Kota Islamabad pada Selasa (21/7/2020) di siang hari bolong.

Rekaman CCTV menunjukkan sejumlah laki-laki, beberapa mengenakan pakaian biasa, yang lain mengenakan seragam hitam yang digunakan oleh unit elit anti teroris kepolisian memaksa Matiullah Jan masuk ke dalam mobil. Jan melakukan perlawanan dan selama perkelahian dia melemparkan ponselnya ke dalam kompleks sekolah tempat istrinya mengajar.

Salah seorang laki-laki berseragam berjalan ke pintu gerbang sekolah yang tertutup dan meminta orang-orang yang berada di balik gerbang itu untuk menyerahkan telepon tersebut.

BACA JUGA: Dikabarkan Hilang, Wartawan Pakistan Ditemukan Tewas di Swedia

“Guru yang berdiri di samping saya menyerahkan ponsel kepadanya. Kami mengira ada pencuri yang melarikan telepon itu dan polisi mengejarnya jadi ia melemparkan telepon itu ke dalam. Kami mendengar suara keras, tetapi pintu gerbang kami tinggi dan kami tidak bisa melihat apa-apa, ”kata Kaniz Sughra, istri Jan sebagaimana dilansir VOA. Sughra kebetulan sedang berdiri di garasi gedung itu ketika suaminya diambil secara paksa dari balik gerbang.

Orang-orang itu pergi dengan beberapa kendaraan, termasuk setidaknya satu truk putih dengan lampu polisi di atapnya dan sebuah ambulans yang mengikuti konvoi itu.

BACA JUGA: Dalam 24 Jam, Dua Wartawan Ditembak Mati di Pakistan

Sebelumnya, Jan sudah dua kali mendapat serangan. Pada satu kejadian, ia sedang mengemudi bersama putranya ketika seseorang melemparkan batu bata ke arah kaca depan mobilnya.

“Kami melaporkannya pada polisi dan diselidiki. Pada akhirnya polisi mengatakan tahu siapa di balik serangan itu tetapi mereka tidak bisa memberi tahu kami,” kata Sughra.

Ia mengatakan suaminya baru-baru ini mendapat ancaman tetapi memberitahunya agar tidak mengkhawatirkannya.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini