Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Djoko Tjandra Ditangkap, Mahfud MD Minta Usut Oknum yang Terlibat

Riezky Maulana , Jurnalis-Jum'at, 31 Juli 2020 |08:03 WIB
 Djoko Tjandra Ditangkap, Mahfud MD Minta Usut Oknum yang Terlibat
Menko Polhukam Mahfud MD (foto: Okezone.com)
A
A
A

JAKARTA - Buronan kasus korupsi penagihan hak tagih (cassie) Bank Bali, Djoko Tjandra ditangkap Bareskrim Polri di Kuala Lumpur, Malaysia, Kamis 30 Juli 2020. Rencana penangkapan buronan 11 tahun itu ternyata telah dirancang sejak 20 Juli lalu.

Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam), Mahfud MD mengatakan, setelah ini pihaknya akan lanjut memproses oknum-oknum yang terlibat dengan melakukan tindakan bersih-bersih di dalam tubuh aparat penegak hukum.

"Saya selalu katakan yang perlu dilakukan itu adalah tindakan ke dalam. Polisi siapa yang terlibat, Kejagung siapa yang terlibat, Kemenkumham, imigrasi kalau ada yang terlibat supaya ditindak," kata Mahfud dalam keterangan videonya, Jumat (31/7/2020).

Baca juga: Diduga Sakit, Djoko Tjandra Akan Jalani Tes Kesehatan

Baca juga: Kabareskrim: Penangkapan Djoko Tjandra Kerja Sama dengan Polisi Diraja Malayisa

Djoko Tjandra

Oleh karena operasi penangkapan Djoko Tjandra telah disusun sejak 20 Juli, Mahfud dan beberapa jajaran bersepakat untuk tidak menggembar-gemborkannya terlebih dulu. Dia kembali menegaskan, yang perlu dilakukan adalah tindakan ke dalam.

"Sehingga kami bersepakat untuk diam, itulah sebabnya sejak tanggal 20 Juli saya tidak pernah bicara secara spesifik bagaimana cara menangkap Djoko Tjandra. Saya selalu katakan yang perlu dilakulan itu adalah tindakan ke dalamnya," tuturnya.

Mantan Menteri Pertahanan (Menhan) era Presiden Gus Dur ini menuturkan, rencana daripada penangkapan Djoko Tjandra hanya diketahui 3 orang petinggi. Ketiganya, yakni dia selaku Menkopolhukam, Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis dan Presiden Joko Widodo (Jokowi) serta tentunya Kabareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo.

"Bahwa ada kesepakatan yang tau operasi ini hanya Presiden, Kapolri, dan Menkopolhukam, yang di atasnya Pak Sigit itu," ujarnya.

Dia amat yakin bahwa pihak-pihak terkait seperti Jaksa Agung. Kabareskrim, dan Kapolri akan berhasil juga mengusut tuntas siapa-siapa oknum yang turut terlibat atas permasalahan ini. Menurutnya, kredibilitas ketiganya tidak perlu diragukan lagi.

"Tetap berkoordinasi di dalam agar pejabat-pejabat yang terlibat itu ditindak. Saya percaya, merasa nyaman bekerjasama, percaya akan integritas Jaksa Agung dan Kapolri sekarang ini, beserta juga Kabareskrim. Setelah saya berdiskusi dari hati ke hati saya tau mereka ini bersungguh-sungguh dan tdk terbebani oleh masa lalu. Sehingga lebih leluasa melakukan tindakan dan itu pasti bisa," ucapnya.

"Saya akan terus mendorong ke arah sana sekuat-kuatnya sebagai Menkopolhukam," pungkasnya.

(Awaludin)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement