Veteran Perang Dunia II Ini Lulus Kuliah di Usia 96 Tahun

Rahman Asmardika, Okezone · Senin 03 Agustus 2020 10:59 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 03 18 2255967 veteran-perang-dunia-ii-ini-lulus-kuliah-di-usia-96-tahun-xcD3rIpUKY.jpg Giuseppe Paterno lulus sebagai sarjana pada usia 96 tahun. (Foto: Reuters)

SEORANG veteran Perang Dunia II berusia 96 tahun dari Italia membuktikan bahwa tidak ada kata terlambat untuk memulai sesuatu dengan menjadi orang tertua yang lulus dari universitas di Negeri Piza.

Giuseppe Paterno menyelesaikan gelar sarjana di bidang Sejarah dan Filsafat dengan penghargaan tertinggi dari University of Palermo, Italia.

Menurut kantor berita Reuters, terlepas dari minatnya dalam membaca dan belajar, Paterno tidak dapat kuliah di masa mudanya. Dibesarkan dalam keluarga miskin di Sisilia, dia hanya menerima pendidikan dasar saat masih anak-anak.

BACA JUGA: Seorang Nenek Kembali Belajar di Sekolah Dasar pada Usia 99 Tahun

Namun, setelah menyadari bahwa ini adalah momen "sekarang atau tidak sama sekali", Paterno lulus dari sekolah menengah atas (SMA) pada usia 31 dan kemudian mendaftar untuk program sarjana pada 2017.

Warganet dari seluruh dunia bergabung untuk memberi selamat kepada Paterno atas kelulusan dan prestasinya. Beberapa menyebut pencapaian Paterno sebagai sesuatu yang inspiratif, yang lain memuji kekuatan tekadnya untuk menyelesaikan pendidikan, bahkan ada juga yang mengaku meneteskan air mata haru atas apa yang berhasil dilakukan oleh sang kakek.

Sertifikat kelulusan Giuseppe Paterno. (Foto: Reuters)

Setelah bergabung dengan angkatan laut untuk bertugas dalam perang, Paterno kemudian bekerja untuk perusahaan kereta api Italia.

BACA JUGA: Kakek 85 Tahun Lulus Sarjana, Mantan Murid Waktu SMP Jadi Dosen Pembimbing

Dia mengaku lebih menyukai buku teks daripada menggunakan informasi dari google dan internet. Paterno juga selalu mengetik esainya menggunakan mesin tik yang dihadiahkan oleh ibunya.

Meskipun dia mengakui merasa sedikit gelisah saat harus belajar via video di daring, alih-alih di ruang kelas, karena pandemi Covid-19. Kepada Reuters Paterno mengatakan bahwa pandemi tidak menghentikannya dari tujuannya, setelah semua yang dia lalui dengan perang dunia.

"Semua itu memperkuat kami, semua kelompok teman sebaya saya, semua orang yang masih hidup, Itu tidak benar-benar membuat kami takut," tambahnya.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini