JAKARTA - Agustus 1945 merupakan momen dimana Jepang menyerah dan kalah telak dalam perang dunia kedua. Pada 8 Agustus Uni Soviet yang dipimpin Stalin menyatakan perang terhadap negara matahari terbit itu.
(Baca juga: Pendudukan Jepang di Padang & Peran Soekarno)
Padahal Jepang dan Uni Soviet sebelumnya telah menandatangani perjanjian non-agresi. Namun, setelah sekutu mengebom Hiroshima pada 6 Agustus 1945, Uni Soviet pun memanfaatkan kesempatan ini untuk merebut beberapa wilayah jajahan Jepang.
Pada awalnya Pasukan Soviet menyerang Manchuria, China. Tiga hari kemudian, pada 9 Agustus, sekutu kembali menjatuhkan bom atom di Nagasaki.
Sebanyak 70-80 ribu diperkirakan korban tewas dalam peristiwa bom tersebut. Jepang pun diambang menyerah, kalah telak dalam perang dunia kedua. Pada 14 Agustus 1945 Jepang menyatakan menyerah kepada tentara sekutu yang langsung disampaikan Kaisar Hirohito.
Kaisar Hirohito memerintahkan Dewan penasihat militer untuk menerima syarat-syarat yang ditawarkan sekutu dalam Deklarasi Potsdam setelah Hirosima dan Nagasaki dibom atom oleh Amerika Serikat.