Share

Kekalahan Telak Jepang Akhiri Perang Dunia Kedua

Fakhrizal Fakhri , Okezone · Sabtu 08 Agustus 2020 14:51 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 08 18 2259019 kekalahan-telak-jepang-akhiri-perang-dunia-kedua-OFFg35Vmsw.jpg Foto Wikipedia

JAKARTA - Agustus 1945 merupakan momen dimana Jepang menyerah dan kalah telak dalam perang dunia kedua. Pada 8 Agustus Uni Soviet yang dipimpin Stalin menyatakan perang terhadap negara matahari terbit itu.

(Baca juga: Pendudukan Jepang di Padang & Peran Soekarno)

Padahal Jepang dan Uni Soviet sebelumnya telah menandatangani perjanjian non-agresi. Namun, setelah sekutu mengebom Hiroshima pada 6 Agustus 1945, Uni Soviet pun memanfaatkan kesempatan ini untuk merebut beberapa wilayah jajahan Jepang.

Pada awalnya Pasukan Soviet menyerang Manchuria, China. Tiga hari kemudian, pada 9 Agustus, sekutu kembali menjatuhkan bom atom di Nagasaki.

Sebanyak 70-80 ribu diperkirakan korban tewas dalam peristiwa bom tersebut. Jepang pun diambang menyerah, kalah telak dalam perang dunia kedua. Pada 14 Agustus 1945 Jepang menyatakan menyerah kepada tentara sekutu yang langsung disampaikan Kaisar Hirohito.

Kaisar Hirohito memerintahkan Dewan penasihat militer untuk menerima syarat-syarat yang ditawarkan sekutu dalam Deklarasi Potsdam setelah Hirosima dan Nagasaki dibom atom oleh Amerika Serikat.

 

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Kaisar Hirohito menyampaikan pidato radio di hadapan rakyat pada 15 Agustus 1945. Dalam pidato radio yang disebut Gyokuon-hōsō (Siaran Suara Kaisar), Hirohito membacakan Perintah Kekaisaran tentang kapitulasi, sekaligus mengumumkan kepada rakyat bahwa Jepang telah menyerah kepada sekutu.

Pendudukan Jepang oleh Komandan Tertinggi Sekutu dimulai pada 28 Agustus. Upacara kapitulasi diadakan pada 2 September 1945 di atas kapal tempur Amerika Serikat Missouri. Dokumen Kapitulasi Jepang yang ditandatangani hari itu oleh pejabat pemerintah Jepang secara resmi mengakhiri Perang Dunia II.

Meski demikian, sebagian pos komando terpencil dan personel militer dari kesatuan di pelosok-pelosok Asia menolak untuk menyerah selama berbulan-bulan bahkan hingga bertahun-tahun setelah Jepang menyerah.

*Diolah dari beragam sumber

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini